Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Eko Widiantoro

Kepedulian pada Bumi Dimulai dari Rumah, Pesan Iing Misbahuddin untuk Warga Majalengka

Ulas Dulu | 2026-06-08 18:06:39
Iing Misbahuddin saat di TPA Heuleut, Majalengka. (Foto: Iing M/Republika)

Retizen.Republika.co.id - Senin (8/6/2026).Di balik kantong sampah yang setiap hari keluar dari rumah-rumah warga, ada perjalanan panjang yang sering luput dari perhatian. Sampah yang dibuang begitu saja pada akhirnya menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), menambah beban lingkungan yang kian berat dari waktu ke waktu.

Kondisi inilah yang menjadi perhatian Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka, Iing Misbahuddin. Menurut politikus PKS itu, masyarakat perlu memahami bahwa urusan sampah tidak selesai ketika dibuang ke tempat sampah.

"Sampah adalah masalah bersama. Kita perlu tahu ke mana sampah kita berakhir. Saat ini bukan lagi sekadar soal membuang sampah pada tempatnya, tetapi bagaimana kita ikut bertanggung jawab terhadap dampaknya," ujar Iing.

Ia menilai, kepedulian terhadap lingkungan sejatinya dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana di dalam rumah. Memilah sampah organik dan anorganik, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga membiasakan pola hidup yang lebih ramah lingkungan merupakan ikhtiar kecil yang memiliki dampak besar bagi masa depan.

Menurut Iing, kesadaran semacam itu menjadi penting karena daya tampung TPA tidak akan mampu mengimbangi peningkatan produksi sampah apabila masyarakat tidak ikut terlibat dalam upaya pengurangannya.

"Langkah kecil kita sangat berarti. Ketika satu keluarga mulai memilah sampah, lalu diikuti keluarga lain, maka akan lahir gerakan bersama yang manfaatnya bisa dirasakan oleh lingkungan dan generasi mendatang," katanya.

Bagi Iing, menjaga lingkungan bukan hanya soal kebersihan, melainkan juga bentuk tanggung jawab moral kepada sesama. Lingkungan yang sehat akan menghadirkan kualitas hidup yang lebih baik, sementara kerusakan lingkungan pada akhirnya akan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Karena itu, ia mengajak warga Majalengka untuk tidak memandang persoalan sampah sebagai tanggung jawab pemerintah semata. Perubahan besar, kata dia, selalu berawal dari kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten oleh masyarakat.

"Jika kita ingin mewariskan lingkungan yang bersih kepada anak cucu, maka kepedulian itu harus dimulai hari ini. Dimulai dari rumah kita sendiri," ujarnya.

Di tengah meningkatnya tantangan pengelolaan sampah, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga bumi tidak selalu membutuhkan langkah besar. Kesadaran untuk mengurangi sampah dan menggunakan plastik secara bijak dapat menjadi kontribusi nyata setiap warga dalam merawat lingkungan.

Sebab pada akhirnya, lingkungan yang bersih bukan hanya hasil dari kebijakan, melainkan buah dari kepedulian dan gotong royong seluruh masyarakat.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image