Rupiah Tembus Rp18.000: Alarm Bahaya untuk Daya Beli Rakyat
Bisnis | 2026-06-08 09:22:42
Menembus level Rp18.000 per dolar AS adalah tamparan keras yang membunyikan alarm bahaya bagi fondasi ekonomi nasional. Kita tidak sedang berbicara soal angka statistik di pasar valas, melainkan soal nasib piring makan rakyat yang kian terancam oleh kenaikan harga bahan pokok akibat inflasi impor. Saya melihat kondisi ini bukan sekadar fluktuasi ekonomi biasa, melainkan ancaman nyata bagi stabilitas sosial, di mana kelas menengah ke bawah dipaksa menanggung beban paling berat saat biaya hidup meroket tanpa diimbangi kenaikan pendapatan yang sepadan.
Dampak pelemahan ini bersifat merusak secara sistemik; kenaikan biaya energi akan menjalar seperti wabah, memicu efek domino yang membuat harga pangan di pasar tradisional melonjak tajam. Rakyat kini tidak lagi berbicara soal kemakmuran, melainkan bertarung setiap hari hanya untuk mempertahankan daya beli agar tetap bisa bertahan hidup. Pemerintah tidak bisa lagi hanya berdiam diri atau sekadar mengeluarkan pernyataan normatif, melainkan harus segera mengambil intervensi kebijakan yang berani untuk melindungi ekonomi domestik sebelum ketimpangan sosial meledak akibat terkikisnya kemampuan belanja masyarakat.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
