Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Virani Rikza Oktavia

Fase: Ketika Kertas pun Bercerita

Eduaksi | 2026-06-07 21:09:21

“Fase” Karya Salma Almalina Fathaniah, pameran SATUKATA Vol.2 di Griya Seni Popo Iskandar, Rabu, 20 Mei 2026 (Foto: Draft Katalog SATUKATA Vol.2)

Saat berkunjung dan menikmati sebuah pameran seni, biasanya mata kita langsung tertuju pada objek, sapuan garis, atau warna yang disajikan oleh seniman. Namun, tanpa disadari, ada satu unsur yang diam-diam memiliki peran sangat penting dalam menentukan hidup tidaknya suatu karya. Medium fisik atau bahan dasar yang dipilih oleh seniman itu sendiri. Pemilihan medium ini bukan sekadar tentang teknis, melainkan bagian utuh dari bahasa visual untuk menyampaikan pesan yang mendalam.

Hal menarik inilaah yang dirasakan saat menyusuri pameran seni SATUKATA Vol.2. Hampir seluruh karya yang dipamerkan menggunakan dasar kertas berwarna putih bersih. Secara tidak langsung membangun atmosfer ruang yang rapi dan seragam. Namun, ditengah keseragaman visual tersebut, terdapat satu karya yang mencuri perhatian dan terasa mencolok akibat perbedaan warnanya yang kontras. Karya tersebut berjudul “Fase” dengan seniman bernama Salma Almalina Fathaniah.

Karya Fase ini menggunakan kertas samson berwarna kuning sebagai bahan dasarnya. Ketika Sebagian besar seniman membiarkan latar mereka putih bersih, pilihan kertas samson berwarna cokelat kekuningan ini memberikan sudut pandang yang berbeda. Terlihat kontras, organik, sekaligus menyimpan daya tarik tersendiri.

Melalui obrolan singkat dengan pembuat karyanya, terdapat alasan emosional dibalik pemilihan bahan yang tidak biasa ini. Pemilihan kertas samson kuning tersebut ternyata berkaitan erat dengan tema utama yang diangkat, yaitu tahapan atau fase dalam perjalanan hidup manusia. Seniman mengibaratkan bahwa setiap lembara fase kehidupan yang telah dilewati manusia nantinya akan berubah menjadi kenangan atau arsip masa lalu. Layaknya sebuah arsip lama yang disimpan bertahun-tahun di dalam lemari, kertas tersebut perlahan akan berubah warna menjadi usang, menguning, bahkan taerlihat kotor.

Melalui karakteristik kertas samson yang sengaja berkesan tua dan tidak sempurna ini, pesan mengenai waktu yang terus berjalan dan kenangan yang mengendap berhasil tersampaikan dengan sangat kuat. Tidak hanya diajak membaca konsep “Fase” melalui objek gambar yang tertera, tetapi juga bisa merasakan sensasi keusangan waktu secara langsung.

Pada akhirnya, karya Fase di pameran SATUKATA Vol.2 ini membuktikan sebuah hal penting dalam apresiasi seni, yaitu bahan dasar pembuat karya tidak pernah berdiri sendiri. Pemilihan medium fisik, jika dilakukan dengan kesadaran penuh, mampu mendukung dan menguatkan kedalaman makna yang ingin disampaikan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image