Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Siti Sintia Aulia

Ketika Cahaya Mengajak Kita Bertanya: Menelusuri Your Curious Journey Olafur Eliasson di Museum MACAN

Trend | 2026-05-20 18:03:07

Ada momen-momen tertentu di mana sebuah karya seni tidak sekadar kamu lihat — ia membuatmu berhenti, memaksamu merasakan sesuatu yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Itulah yang terjadi ketika saya pertama kali melangkah masuk ke dalam Your Curious Journey, pameran solo perdana seniman Denmark-Islandia Olafur Eliasson yang digelar di Museum MACAN, Jakarta Barat.

Yellow Corridor (1997)

Pintu masuk langsung menyambut dengan Yellow Corridor (1997) — sebuah lorong yang dibanjiri cahaya monofrekuensi berwarna kuning pekat. Efeknya segera terasa: warna-warna lain di pakaian dan sekitar Anda perlahan menghilang, berubah menjadi gradiasi hitam-putih. Dunia tiba-tiba terasa berbeda. Seorang asisten seni di museum menjelaskan bahwa efek ini memang disengaja — Eliasson ingin menciptakan ketidaknyamanan kecil, agar pengunjung terpaksa melihat segalanya dari perspektif yang bukan-manusia.

“Karya-karya ini hanya sempurna ketika kamu — sang pengamat — terlibat dengan rasa ingin tahumu.” — Olafur Eliasson.

Pernyataan Eliasson itu terasa bukan sekadar retorika. Di sepanjang ruang pameran, saya merasakan sendiri bagaimana setiap instalasi menuntut kehadiran penuh dari pengunjungnya. Multiverses and Futures (2017), sebuah kaleidoskop besar yang melapisi seluruh pandangan, menyajikan pecahan-pecahan realitas di sekitar kita dalam pola yang tak terduga — seolah mengingatkan bahwa ada begitu banyak cara untuk melihat satu hal yang sama.

Alam sebagai Medium

Yang membuat pameran ini menonjol bukan hanya keindahan visualnya, melainkan kedalaman gagasan di baliknya. Eliasson menggunakan elemen-elemen alam — cahaya, air, kabut, es, bahkan magnetisme — bukan sekadar sebagai bahan artistik, melainkan sebagai argumen. The Last Seven Days of Glacial Ice (2024), misalnya, adalah hasil pengamatan langsung Eliasson terhadap mencairnya es gletser di Islandia selama tujuh hari. Data yang terekam berubah menjadi karya visual yang diam namun berbicara keras tentang krisis iklim yang sedang kita hadapi.

The Last Seven Days of Glacial Ice (2024)

Di sudut lain, Beauty (1993) — salah satu karya paling ikonik dalam karier Eliasson — menampilkan tirai kabut tipis yang ditembus satu sumber cahaya. Hasilnya adalah pelangi yang menggantung di dalam ruangan. Pengunjung secara naluriah berjalan mendekatinya, berpindah-pindah posisi untuk mencari sudut yang tepat. Dan di situlah intinya: pelangi itu hanya ada jika ada yang melihatnya. Karya itu tidak selesai tanpa kehadiranmu.

Beauty (1993)

Perjalanan Tiga Dekade

Pameran Your Curious Journey merupakan bagian dari tur Asia-Pasifik yang sebelumnya singgah di Singapore Art Museum, Auckland Art Gallery, dan Taipei Fine Arts Museum. Jakarta menjadi perhentian keempat — dan edisi yang istimewa. Museum MACAN menyusun ulang tatanan karya-karya ini dalam formasi yang sepenuhnya baru, bahkan mempertemukan beberapa karya untuk pertama kalinya dalam satu ruang pamer yang sama.

Menyaksikan lebih dari tiga dekade perjalanan artistik Eliasson dalam satu kunjungan adalah pengalaman yang mengagumkan sekaligus merendahkan hati. Dari Ventilator (1997) yang sesederhana kipas angin berputar, hingga instalasi-instalasi ambisius yang memenuhi satu ruangan penuh, benang merah yang menghubungkan semuanya tetap sama: undangan untuk memperlambat langkah, membuka indra, dan bersedia mempertanyakan cara kita melihat dunia.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Terpopuler di

 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image