Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image umar arsyad

Bukan Sekadar Bersih-Bersih: Cara Pesantren Membentuk Karakter Santri Gen Z

Pendidikan dan Literasi | 2026-06-07 19:25:30
Potret tiga santri yang bersiap menjalankan tugas Piket kebersihan asrama. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

“Segala sesuatu yang dilihat, didengar, dan dirasakan oleh santri merupakan bagian dari pendidikan.”

Prinsip legendaris dari Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) tersebut seketika tebersit kembali di kepala saya.

Tujuh tahun silam, sebagai seorang santri, saya pernah merasakan pahitnya menjalani kehidupan di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Kegiatan yang tertata rapi, dari mulai bangun tidur sampai tidur kembali membuat para santri hidup dengan penuh kedisiplinan.

Sistem pendidikan yang dipakai Gontor adalah pendidikan 24 jam. Semua aktivitas sudah tertera dalam sebuah peraturan yang ada, baik tertulis, ataupun tidak tertulis. Kedisiplinan adalah kunci mengapa Pondok Modern Darussalam Gontor bisa maju, bahkan berkembang pesat hingga saat ini yang umurnya sudah mencapai satu abad.

Namun, jangan salah sangka. Peraturan yang diterapkan pondok kepada santri maupun guru memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan mereka, bahkan setelah mereka semua keluar dari pondok. Salah satu contohnya terlihat dalam kewajiban piket kebersihan kamar dan kelas. Setiap santri diwajibkan menjalankan tugas tersebut dengan penuh tanggung jawab. Apabila lalai, maka akan ada sanksi yang diberikan sebagai bentuk penegakan disiplin.

Maka, para pendiri pondok memiliki prinsip bahwa segala hal yang dilihat, didengar, dan dirasakan oleh santri merupakan bagian dari proses pendidikan.

Pondok Modern Darussalam Gontor, dengan kemajuan sistem pendidikannya, telah menerapkan nilai kebersihan sebagaimana ungkapan populer dalam Islam, “An-nahẓafatu minal iman” yang berarti “kebersihan adalah sebagian dari iman.”

Hal tersebut dapat dilihat dari setiap aktivitas harian para santri. Santri memiliki jadwal tugas piket membersihkan kamar, kelas, bahkan asrama. Dengan tugas piket tersebut para santri tidak hanya diwajibkan untuk mengerjakannya dengan baik, namun juga dikerjakan dengan penuh keikhlasan.

Prinsip tersebut berakar kuat pada fondasi nilai pertama dalam Panca Jiwa Pondok Modern Darussalam Gontor, yakni keikhlasan. Keikhlasan menurut Gontor adalah melakukan segala pekerjaan tanpa mengharap imbalan sepeser-pun.

Mengapa para santri yang membersihkan kamar ataupun kelas tidak dibayar sedikit pun?

Karena Gontor menanamkan prinsip bahwa setiap tempat yang digunakan santri, baik kamar maupun ruang kelas, harus dijaga dan dibersihkan oleh santri itu sendiri. Dengan demikian, santri dibiasakan untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan yang mereka gunakan sehari-hari.

Kewajiban santri dalam menjaga kebersihan kamar, kelas, dan lingkungan asrama memberikan pengaruh besar terhadap kehidupan mereka di pondok. Lingkungan yang bersih dan rapi akan menciptakan suasana yang aman, nyaman, serta membuat santri merasa betah dalam menjalani kehidupan sehari-hari di pesantren.

Lebih dari itu, menjaga kebersihan juga menjadi salah satu cara untuk membentuk kesehatan jasmani dan rohani para santri. Nilai ini sejalan dengan motto Pondok Modern Darussalam Gontor, yaitu berbadan sehat. Dalam kehidupan pesantren, kesehatan bukan sekadar kebutuhan fisik, tetapi juga menjadi penunjang semangat belajar dan beribadah.

Para santri pun telah akrab dengan ungkapan bijak:

Al-‘aqlus salim fil jismis salim.” “Akal yang sehat terdapat pada badan yang sehat.”

Ungkapan tersebut mengajarkan bahwa kesehatan tubuh memiliki hubungan erat dengan kejernihan pikiran. Karena itu, salah satu langkah sederhana untuk menjaga kesehatan adalah dengan membiasakan hidup bersih dan rapi, mulai dari kamar, kelas, hingga lingkungan asrama. Dari kebiasaan kecil inilah tumbuh karakter disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Ada ungkapan lain yang tak asing terdengar di telinga para santri, yaitu “Better Day.” Better Day merupakan sebuah konsep dan inovasi yang berkembang di lingkungan Pondok Pesantren Darussalam Gontor.

Konsep tersebut terbentuk melalui singkatannya, yaitu bersih, tertib, teratur, dan disiplin. Dengan itu, Better Day merupakan inovasi yang menggaris bawahi pentingnya kebersihan di lingkungan pondok. Dengan tujuannya, membuat para santri aman, nyaman, dan krasan.

Berbagai nilai, ungkapan, dan pepatah bijak tentang kebersihan menumbuhkan kesadaran dalam diri santri. Kewajiban menjaga kebersihan yang dijalankan setiap hari tidak berhenti sebagai rutinitas, melainkan perlahan membentuk karakter dan kebiasaan positif yang melekat dalam diri para santri.

Hingga pada akhirnya, kewajiban menjaga kebersihan dan kerapihan lingkungan pondok, khususnya kamar, kelas, dan asrama, tidak lagi dipandang sebagai beban semata.

Lebih dari itu, kebiasaan tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan karakter bagi para santri. Melalui pembiasaan inilah, para santri diajarkan untuk memiliki rasa tanggung jawab, disiplin, serta kepedulian terhadap lingkungan, sehingga nilai-nilai tersebut dapat mereka rasakan manfaatnya dan diterapkan dalam kehidupan di masa mendatang.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image