Bijak Menggunakan Obat Dimulai dari Memahami Indikasinya
Eduaksi | 2026-06-03 05:58:59Mahasiswa D3 Keperawatan Universitas Airlangga mengadakan kegiatan edukasi kesehatan tentang klasifikasi obat berdasarkan tujuan penggunaannya bersama para ibu di Desa Dahanrejo. Kegiatan ini bertempat di Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo Gang XI G2 No. 14, Singorejo RT 01 RW 04, Gresik, sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat sekaligus sebagai usaha meningkatkan pengetahuan mengenai penggunaan obat yang aman dan benar. Latar belakang edukasi ini adalah masih banyaknya warga yang mengonsumsi obat tanpa memahami kategori, fungsi, atau alasan penggunaannya.
Melalui aktivitas ini, mahasiswa memberikan pengetahuan mengenai berbagai jenis obat yang umum ditemui dalam kehidupan sehari-hari, sehingga masyarakat mampu menggunakan obat dengan bijak dan menghindari kesalahan dalam penggunaannya. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan obat otonom, yaitu obat yang beroperasi pada sistem saraf otonom untuk mempengaruhi fungsi organ tertentu.
Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan tentang analgetika non-narkotika, seperti parasetamol dan ibuprofen, yang dimanfaatkan untuk meredakan rasa sakit ringan hingga sedang serta mengurangi demam. Mahasiswa menjelaskan pula tentang analgetika narkotika, yang merupakan obat penghilang nyeri berat yang penggunaannya harus diawasi dengan resep dokter karena bisa menimbulkan ketergantungan.
Peserta juga dikenalkan dengan antipiretika sebagai obat yang berfungsi menurunkan demam dan antiinflamasi yang dapat mengurangi peradangan serta bengkak. Tidak hanya itu, edukasi juga mencakup pembahasan tentang penggunaan antibiotik untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Dalam sesi ini, ditekankan pentingnya menggunakan antibiotik sesuai dengan resep dan menyelesaikan obat berdasarkan anjuran tenaga kesehatan untuk mencegah terjadinya resistensi antibiotik. Peserta juga mendapatkan informasi mengenai obat antijamur, antivirus, dan antiparasit yang digunakan sesuai dengan penyebab penyakit yang dialami.
Selain golongan obat tersebut, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai antihistamin untuk mengurangi gejala alergi, antitusif untuk meredakan batuk, ekspektoran yang membantu mengeluarkan dahak, serta antasida yang digunakan untuk mengatasi keluhan akibat peningkatan asam lambung.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Ibu-ibu peserta tampak antusias mengikuti kegiatan dan aktif mengajukan pertanyaan mengenai obat-obatan yang sering digunakan di rumah. Melalui diskusi tersebut, peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai fungsi obat, aturan penggunaan, serta pentingnya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi obat tertentu.
Melalui kegiatan edukasi ini, mahasiswa D3 Keperawatan berharap masyarakat, khususnya ibu-ibu sebagai pengelola kesehatan keluarga, dapat lebih bijak dalam memilih dan menggunakan obat sesuai indikasi. Dengan meningkatnya pengetahuan tentang penggolongan obat, diharapkan masyarakat mampu menerapkan penggunaan obat yang aman, tepat, dan bertanggung jawab demi meningkatkan derajat kesehatan keluarga dan lingkungan sekitar.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
