Istiqomah dengan Dzikrullah
Agama | 2026-06-03 05:39:06Abdul Hadi tamba.
Istiqomah dengan Dzikrullah.
Dalam pandangan kami, istiqomah dalam Dzikrullah (selalu mengingat Allah) dipandang sebagai puncak pencapaian spiritual (maqam) yang menjadi jalan utama untuk membersihkan hati (tazkiyatun nafs) dan meraih kedekatan (qurbah) kepada Allah SWT.
Istiqomah bukan sekedar konsisten beribadah, melainkan keteguhan hati dalam menghadirkan kesadaran akan Allah dalam setiap hembusan napas, langkah, dan perbuatan.
Berikut adalah landasan ayat, hadis, serta pandangan ulama muktabar terkait istiqomah dalam dzikir.
Sumber Dalil Al-Qur'an.
Al-Qur'an secara tegas memerintahkan dzikir yang dilakukan secara terus-menerus dan konsisten (istiqomah):
Surat Al-Baqarah Ayat 152
:
فَٱذْكُرُونِىٓ أَذْكُرْكُمْ وَٱشْكُرُوا۟ لِى وَلَا تَكْفُرُونِ
Artinya:
Karena itu,
ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
Pandangan kami Dzikir yang istiqomah melahirkan koneksi timbal balik di mana Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan perlindungan kepada hamba-Nya.
Surat Ar-Ra'd Ayat 28:
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلُّقُلُوبُ
Artinya: "(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah.
Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.
Pandangan kami Ketenangan hakiki (tuma'ninah) hanya bisa dicapai melalui dzikir yang istiqomah, di mana hati terlepas dari selain Allah.
Surat Al-Ahzab Ayat 41-42:
يَٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya.
Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.
Pandangan kami Perintah "dzikir yang banyak" menunjukkan perlunya kesinambungan (istiqomah) dalam mengingat Allah SWT.
Hadis PendukungHadis Rasulullah SAW menunjukkan bahwa dzikir yang istiqomah adalah amalan yang paling dicintai Allah dan menjaga pelakunya dari kelalaian.
Riwayat Imam Muslim (Hadis dari Abu Hurairah RA):
"Rasulullah SAW pernah berjalan di atas sebuah gunung yang disebut Jumdan, lalu beliau bersabda:
Berjalanlah kalian, ini Jumdan.
Para Mufarridun telah mendahului.'
Para sahabat bertanya:
'Siapakah para Mufarridun itu ya Rasulullah ?
Beliau menjawab:
Yaitu kaum laki-laki dan perempuan yang berdzikir (mengingat) Allah dengan sebanyak-banyaknya'.
Riwayat Imam At-Tirmidzi:
Dari Abdullah bin Busr RA, ada seorang lelaki yang berkata:
Wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat Islam ini telah banyak bagiku.
Maka beritahukanlah kepadaku sesuatu yang bisa aku pegang teguh (istiqomah).
Beliau bersabda:
"Hendaklah lisanmu senantiasa basah untuk berdzikir kepada Allah.
Riwayat Imam Al-Bukhari:
Rasulullah SAW bersabda:
"Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabbnya dengan orang yang tidak berdzikir kepada Rabbnya adalah seperti perumpamaan orang yang hidup dengan orang yang mati.
Fatwa dan Pandangan Ulama Muktabar Ulama-ulama tasawuf (ahli ma'rifatullah) sangat menekankan pentingnya istiqomah dalam dzikir sebagai landasan utama suluk (perjalanan spiritual)
Imam Al-Ghazali (dalam kitab Ihya' 'Ulum ad-Din):
Beliau menegaskan bahwa tujuan akhir dari ibadah adalah mencapai ma'rifat (mengenal Allah), dan ini tidak mungkin tercapai kecuali dengan membiasakan dzikir secara istiqomah.
Dzikir adalah cermin yang membersihkan hati dari karat-karat dunia (hubbud dunya).
Imam Junaid Al-Baghdadi:
Beliau pernah ditanya tentang hakikat dzikir.
Beliau menjawab bahwa dzikir adalah pedang para pejalan spiritual yang dengannya mereka memotong rintangan nafsu, dan istiqomah di dalamnya adalah syarat mutlak untuk sampai kepada Allah (wushul).
Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani (dalam kitab Al-Ghunyah li Thalibi Thariq al-Haq):
Beliau menyatakan bahwa seorang hamba yang istiqomah dengan dzikirullah dalam berbagai keadaan (senang, susah, sehat, sakit) akan senantiasa dibimbing oleh Allah.
Hatinya akan dihidupkan dengan cahaya ilahi sehingga ia mampu melihat hikmah di balik setiap takdir.
Syaikh Ahmad Ar-Rifa'i:
Istiqomah dalam dzikir merupakan indikator kecintaan seorang hamba kepada Allah SWT.
Dengan senantiasa berdzikir, seorang murid (salik) akan dijaga oleh Allah dari terjatuh ke dalam maksiat dan kelalaian (ghaflah).
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
