Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Dr Drg Laelia Dwi Anggraini SpKGA

Senangnya Nemuin Jamaah yang Tersesat

Agama | 2026-06-01 21:08:14

Makkah — Jadi Ketua Kloter itu cukup capek. Itu pengakuan jujur Saiful Anwar, S.Ag, M.Si. Tapi capeknya langsung lunas tuntas kalau lihat jemaah yang tadinya bingung, akhirnya ketemu rombongan lagi.

“Paling capek itu ngurusin jemaah yang tersesat. Bolak-balik nyari, nanya petugas, liat gelang identitas satu-satu. Tapi pas ketemu, terus dia nangis sambil bilang ‘Alhamdulillah Pak’, nah itu rasanya nggak bisa dibayar apa-apa,” ujarnya.

Lulusan S-1 UIN dan S-2 Studi Islam UII ini sehari-hari kerja di Kemenag Kota Yogyakarta, di Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren. Tinggal di Umbulharjo, tapi hatinya mondar-mandir Makkah-Madinah tiap musim haji.

Tips dari “Bapak Pencari Jemaah”

Pengalaman muter-muter nyari jemaah bikin beliau punya tips simpel tapi nyelametin:

“Kalau mau ke toilet, minimal berdua. Jangan sendirian. Itu paling rawan orang nyasar. Apalagi toilet Mina itu lorongnya mirip semua.”

Buat beliau, jemaah selamat sampai pulang ke rumah itu target utama. Nomor, identitas, kloter, semua dihafal.

“Kemenhaj Bikin Kita Lebih Konsen Ngurus Jemaah”

Saiful Anwar lihat sendiri perbedaannya setelah ada Kementerian Haji yang fokus urusi haji saja.

“Lebih konsen. Lebih bagus. Dulu angka kematian jemaah Indonesia bisa 500-an. Tahun ini Alhamdulillah di bawah seratusan. Itu dampak tes kesehatan yang ketat banget sebelum berangkat.”

City tour juga sekarang lebih tertib. “Bener-bener dalam kota Makkah Madinah. Nggak boleh keluar kota. Itu buat jaga keselamatan jemaah, biar nggak kecapean di jalan.”

Harapannya ke depan sederhana: koordinasi makin intens, tapi dengan limitasi petugas yang efisien. “Petugas nggak usah banyak-banyak, tapi koordinasinya padu. Konsolidasi terus. Biar jemaah makin nyaman ibadahnya.”

Dari kantor Kemenag ngurus santri dan ponpes, sampai tenda Mina ngurus jemaah tersesat. Lingkupnya beda, tapi tugasnya sama: ngemong.

Dan buat Saiful Anwar, ngemong 300-an jemaah kloter itu capek iya. Tapi pahalanya? Beliau cuma senyum: “Nggak bisa dihitung pakai kalkulator"

Gb 1. Ketua Kloter 6 YIA

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image