Kalimah La Ilaha Illallah
Agama | 2026-06-01 02:27:25Abdul Hadi tamba.
Kalimah La Ilaha Illallah.
Dalam pandangan kami, kalimah La Ilaha Illallah adalah kunci utama (dzikir nafi-itsbat) untuk membersihkan hati (tazkiyatun nafs) dan mengesakan Allah secara mutlak.
Kalimat ini menolak segala ilah selain-Nya dan menjadi sarana tertinggi untuk makrifat serta mencapai kedekatan (qurb) di sisi Allah SWT.
Sumber Dalil dalam Al-Qur'an Surah Muhammad Ayat 19:
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَات
"Maka ketahuilah, bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah dan mohonlah ampunan atas dosamu dan atas (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan.
Surah Al-A'raf Ayat 172n:
وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ... قَالُوا بَلَىٰ
Ayat ini dijadikan landasan mitsaq (perjanjian primordial) bahwa ruh manusia sejak awal telah bersaksi dan mengesakan Allah.
Sumber Dalil dalam Hadis Sahih Dzikir yang Paling Utama :
Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah bersabda:
"Dzikir yang paling utama adalah La Ilaha Illallah (Tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah).
" (HR. At-Tirmidzi, no. 3383; dinyatakan hasan).
Kalamullah dan Kunci Perlindungan :
Rasulullah bersabda bahwa Allah berfirman :
"La Ilaha Illallah adalah kalam-Ku dan Aku adalah itu, siapa yang membacanya maka ia akan masuk dalam penjagaan-Ku, dan siapa yang masuk dalam penjagaan-Ku maka ia akan aman dari siksaan-Ku.
(HR. Ad-Dailami).
Kunci Surga dan Syafaat:
Barang siapa yang mengucapkan La Ilaha Illallah dengan ikhlas dari hatinya, maka ia akan masuk surga.
(HR. Ahmad).
Dalam Shahih Al-Bukhari, Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa orang yang mengucapkannya dengan jujur adalah manusia yang paling bahagia dengan syafaat Nabi SAW.
Pandangan dan Fatwa Ulama Muktabar Ulama tasawuf dan ahli makrifat sepakat bahwa kalimat tauhid ini memiliki maqam (tingkatan) yang membawa seorang hamba pada penyaksian batin yang mendalam (musyahadah) :
Imam Al-Ghazali (dalam Ihya Ulum ad-Din) :
Beliau menjelaskan bahwa puncak tauhid adalah menyaksikan bahwa tidak ada yang wujud hakiki melainkan Allah.
Memperbanyak zikir La Ilaha Illallah adalah obat penawar jiwa dari penyakit cinta dunia dan syirik khafi (tersembunyi).
Imam Junaid Al-Baghdadi :
Beliau menegaskan bahwa zikir tauhid ini menyucikan batin dari keterikatan selain Allah, sehingga hati menjadi jernih dan layak untuk wushul (sampai makrifat) kepada-Nya.
Syaikh Ahmad Ar-Rifa'i (Pendiri Tarekat Rifaiyah) :
Beliau mengajarkan bahwa hakikat zikir adalah penyerahan total dan membersihkan hati dari segala sesuatu selain Allah (ma siwallah) dengan kalimah agung ini.
Imam Nawawi Al-Bantani (dalam Tanqihul Qoul) :
Mengutip hadis-hadis keutamaan tahlil, beliau menegaskan bahwa memperbanyak bacaan ini diiringi dengan penghayatan makna merupakan amalan terbaik untuk membersihkan dosa dan mendekatkan diri kepada Allah.
Para ulama thariqah (tasawuf) mengajarkan zikir ini melalui bimbingan mursyid (talqin), di mana kalimah tersebut dilafadzkan dengan gerakan hati dan nafas guna meresapkan cahaya tauhid ke dalam seluruh relung jiwa, menuju tingkat fana (leburnya kesadaran ego) dan baqa (kekalnya kesadaran bersama Allah).
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
