Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image apipahnasution19

Ketika Netizen Mengubah Politik Menjadi Hiburan

Politik | 2026-05-28 23:53:49

Ketika Netizen Mengubah Politik Menjadi HiburanDunia media sosial Indonesia kembali menunjukkan betapa uniknya cara publik merespons tokoh politik. Lagu viral “MBG: Mas Bahlil Ganteng” yang ramai di TikTok dan Instagram bukan sekadar hiburan receh internet, tetapi juga cerminan bagaimana budaya digital bekerja hari ini.

Creat Media by : Wikimedia Commons / Kementerian Investasi RI / Sekretariat Presiden RI.

Lirik sederhana seperti “buah apa yang paling manis? Buaaahlil” hingga “my little bolu ketan” terdengar absurd, namun justru itulah yang membuatnya mudah diingat dan cepat menyebar. Di era media sosial, sesuatu tidak harus serius untuk menjadi berpengaruh. Kadang justru hal paling sederhana dan lucu mampu menciptakan percakapan publik yang sangat besar.

Menariknya, lagu ini muncul untuk sosok yang sebelumnya cukup sering menerima kritik di media sosial. Namun internet memang memiliki karakter yang sulit ditebak. Hari ini seseorang bisa menjadi sasaran hujatan, esoknya berubah menjadi bahan candaan yang justru disukai banyak orang. Perubahan emosi publik di media sosial berlangsung sangat cepat dan sering kali tidak memiliki batas yang jelas antara kritik, hiburan, dan simpati.

Fenomena ini menunjukkan bahwa politik kini tidak lagi hanya hadir lewat pidato formal atau debat serius. Politik sudah masuk ke ruang hiburan digital, bercampur dengan meme, tren TikTok, hingga budaya komentar netizen. Figur publik yang mampu diterima dalam kultur internet biasanya akan lebih mudah mendapat perhatian masyarakat, bahkan tanpa strategi komunikasi yang terlalu rumit.
Respons dari Partai Golkar terhadap lagu tersebut juga menjadi perhatian. Tidak ada kemarahan atau respons berlebihan. Mereka justru menganggapnya sebagai bentuk kreativitas masyarakat. Sikap santai seperti ini terasa lebih cocok dengan karakter media sosial yang cair dan penuh humor. Ketika publik sedang menikmati candaan, respons yang terlalu serius justru sering memperkeruh suasana.


Namun di balik hiburan tersebut, ada hal yang patut dipikirkan bersama. Media sosial membuat perhatian publik bergerak sangat cepat. Banyak isu penting akhirnya kalah oleh konten yang lebih lucu dan mudah viral. Akibatnya, masyarakat kadang lebih mengenal tokoh publik dari meme dibanding gagasan atau kebijakan yang mereka buat.


Meski begitu, fenomena ini juga memperlihatkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki cara sendiri dalam mengekspresikan pendapat politik. Tidak selalu lewat demonstrasi atau debat panjang, tetapi juga melalui kreativitas digital yang ringan dan menghibur. Internet telah mengubah cara publik berinteraksi dengan kekuasaan: lebih santai, lebih spontan, dan kadang sangat absurd.


Pada akhirnya, viralnya lagu “Mas Bahlil Ganteng” menjadi bukti bahwa di era digital, citra politik bisa terbentuk dari mana saja. Bahkan dari lagu sederhana yang awalnya mungkin hanya dibuat untuk lucu-lucuan.

Sumber:
1. CNN Indonesia, “Golkar Respons Lagu MBG Mas Bahlil Ganteng”, 28 Mei 2026.2. Kompas.com, “Fenomena Lagu Viral MBG di Media Sosial”, 2026.3. Jatim Network, unggahan TikTok terkait lagu MBG, 23 Mei 2026.4. Solo Balapan, profil akun @vokaliz_netizen, 25 Mei 2026.5. TikTok @panggilakubambang dan @vokaliz_netizen.

Penulis

Nur Apipah Nasution (251011201452)

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image