Pelajaran Hidup dari Novel Student Hidjo Karya Marco Kartodikromo
Sastra | 2026-05-28 08:04:08
Novel “Student Hidjo” adalah novel yang di tulis oleh Marco Kartodikromo. Perlu kita ketahui bahwa Marco merupakan seorang penulis sekaligus wartawan yang cukup berani dalam menyuarakan kritik terhadap penjajah Belanda melalui tulisan-tulisannya. Beliau lahir di Jawa Tengah pada 25 Maret 1890 dan dapat diketahui beliau ini aktif dalam kegiatan pergerakan nasional Indonesia. Novel “Student Hidjo” ini merupakan salah satu karya Marco yang terkenal dan terbit pada tahun 1918.
Novel ini dibuka dengan cerita kehidupan seorang pemuda yang berasal dari Jawa bernama Hidjo yang pergi merantau ke Belanda untuk melanjutkan studinya. Dibalik cerita tersebut mengandung arti yang sangat dalam dari sang penulisnya, tujuan Marco adalah ingin menggambarkan bagaimana kehidupan para pribumi saat adanya penjajahan dan apa saja pengaruh budaya barat yang dapat mempengaruhi pemuda Indonesia pada saat itu.
Dalam novel ini, Hidjo diperlihatkan sebagai pemuda yang sangat rajin apalagi soal membaca buku. Selain itu, ia juga berasal dari keluarga terpandang. Tujuan Hidjo pergi ke Belanda adalah untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi. Kepergiannya tersebut juga membuat keluarga serta tunangannya Biru bangga terhadap Hidjo. Namun, hidup di negeri orang tidak semudah yang kita pikirkan. Karena diceritakan bahwa Hidjo sendiri perlu menyesuaikan diri dengan budaya dan kebiasaan orang Belanda yang sangat bertolak belakang terhadap kehidupannya semasa di Jawa.
Saat Hidjo tinggal di Belanda, ia awalnya hanya ingin menyesuaikan diri saja di negeri orang tersebut. Namun, semakin berlalunya waktu ia kemudian mulai terpengaruh terhadap kehidupan masyarakat Belanda yang sangat bebas. Dalam cerita tersebut dijelaskan juga bahwa masih ada sebagian orang Belanda yang memandang rendah terhadap kaum pribumi. Akan tetapi, ada juga sebagian Tokoh Belanda yang membela bahkan mengatakan hal-hal baik terhadap kaum pribumi seperti pribumi ini memiliki sopan santun dan memiliki budaya yang baik. Dari beberapa hal yang dijelaskan di atas membuktikan bahwa novel ini tidak hanya menceritakan kehidupan tokoh Hodjo saja, tetapi membahas kritik terhadap ketidakadilan yang terjadi pada masa kolonial.
Menurut pendapat saya, novel “Student Hidjo” sangat menarik untuk dibaca karena ceritanya yang sederhana tetapi mengandung banyak pelajaran hidup yang dapat kita ambil. Dari kisah Hodjo ini, dapat mengambil pelajaran bahwa memang pendidikan sangat penting, tetapi seseorang juga perlu menjaga batasan terhadap pergaulan, budaya, maupun jati diri kita sendiri walaupun kita berada di lingkungan yang jauh berbeda dari kehidupan tempat kita lahir. Selain itu, novel ini juga membantu kita memahami atau ikut merasakan bagaimana kehidupan masyarakat Indonesia pada masa penjajahan Belanda.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
