Mengapa Tidak Pernah terbuka Padaku
Sastra | 2026-05-27 07:56:47mengapa kini tak pernah lagi
mengunjungi dan menyandingi diriku cinta
jikalau angin sepoi-sepoi dapat berbisik
Dia akan menceritakan isi hati ini
hari demi hari hidup ku
penuh dengan malam-malam sepi
yang panjang dan terasa
sangat menyiksa diri
diriku merasa sunyi dan rindu pada mu
semuanya menyatu di dalam
kebisuan malam ini
Mengapa kita harus
tertutup dengan cinta kita
mengapa kita harus saling menyiksa hati dengan ketidakjujuran isi hati
sedangkan rindumu rinduku menyatu
mengapa aku dan kamu
tak pernah jujur mengakuinya
mengatakan dengan terbuka
mengapa diri kita
biarkan tersiksa karena ketidakterbukaan
isi hati mu dan isi hati ku
sedangkan cinta mu cinta ku bersatu
dalam janji yang terikat
aku harap pada cinta kita
aku harap pada cinta kita jangan
biarkan membara
api cemburu di dalam hidup kita
Aprianus Gregorian Bahtera
Kota Karang, Rabu 27 Mei 2026
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
