UAD Perkenalkan Seni Eco-Printing di Jepang
Info Terkini | 2026-05-25 10:48:05
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali memperluas kiprahnya di tingkat internasional melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Jepang. Pada 14 Mei 2026, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia UAD Dr. Norma Sari, S.H., M.Hum. bersama dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Dr. Vera Yuli Erviana, M.Pd. memberikan pelatihan eco-printing kepada 106 siswa kelas IV di Hanaoka Elementary School, Kota Kitakyushu, Jepang.
Eco-printing merupakan teknik pewarnaan kain ramah lingkungan yang memanfaatkan bahan alami, seperti daun, untuk menghasilkan motif dan pola unik pada kain. Di Indonesia, teknik ini diajarkan dalam pendidikan dasar sebagai upaya menumbuhkan kreativitas sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan. Pada kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan penjelasan dan demonstrasi mengenai proses pembuatan eco-print serta diperlihatkan berbagai karya yang menampilkan detail urat daun pada kain.
Setelah sesi demonstrasi, siswa mengikuti praktik pembuatan eco-print menggunakan daun untuk memindahkan pigmen alami ke kain. Meskipun daun musim semi yang digunakan memiliki kandungan getah lebih sedikit sehingga menghasilkan warna yang tidak terlalu pekat, para siswa tetap menunjukkan antusiasme tinggi. Dengan kreativitas masing-masing, mereka menghasilkan beragam karya unik yang mencerminkan imajinasi dan karakter pribadi.
Pelaksanaan kegiatan didukung oleh guru sekolah setempat, seorang penerjemah, serta mahasiswa seminar Prof. Ogata dari Kyushu International University yang membantu pengelolaan kelas dan mendampingi siswa selama praktik. Kehadiran para mahasiswa tersebut memberikan pengalaman berharga dalam berpartisipasi secara aktif pada kegiatan pertukaran internasional sekaligus mendukung proses pembelajaran yang interaktif.
Selain pelatihan eco-printing, para siswa juga berkesempatan berinteraksi dengan tamu dari Indonesia melalui percakapan dalam bahasa Inggris. Dalam sesi tersebut, Norma Sari dan Vera Yuli Elviana memperkenalkan berbagai destinasi wisata dan kehidupan masyarakat Indonesia melalui sejumlah foto yang ditampilkan.
Pada kesempatan yang sama, Vera Yuli turut menjelaskan pemanfaatan eco-printing sebagai sarana pemberdayaan perempuan di Yogyakarta. Melalui pelatihan ini, ibu tunggal yang belum memiliki pekerjaan tetap diberi kesempatan memproduksi berbagai kerajinan, seperti kipas, pouch, dan suvenir pernikahan yang bernilai ekonomi.
Kegiatan pengabdian ini tidak hanya memperkenalkan budaya dan praktik pendidikan Indonesia kepada siswa Jepang, tetapi juga memperkuat kerja sama internasional, meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan. (Dnd)
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
