Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Rosi Risalah

Yang Membuat Iblis Tergelincir

Kisah | 2026-05-24 20:42:26

Kita dapat mengambil hikmah dari bagaimana kesombongan Iblis dapat menjatuhkannya sejatuh-jatuhnya.

Sumber foto: Cluno/pexels.com

Jika melihat dari latar belakang, iblis awalnya adalah sosok yang alim dan taat beribadah kepada Allah. Bahkan saking taatnya, saat itu dia dinamai azazil karena terkenal dengan kealimannya. Sosok ahli ibadah dari bangsa jin yang mainnya dengan para malaikat. Namun semua itu hilang, karena kesombongan Iblis yang tidak mau bersujud kepada Nabi Adam AS.

Saat Allah SWT menciptakan Nabi Adam AS sebagai manusia pertama, Allah SWT memerintahkan seluruh makhluk di langit untuk bersujud. Semua malaikat bersujud, kecuali iblis.

"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam!" Maka mereka pun sujud kecuali iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan yang kafir." (Lihat QS. Al-Baqarah (2): 34)

"Allah berfirman, "Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?" (Iblis) menjawab, "Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." (Lihat QS. Al-A'raaf (7):12)

Dalam Al-Qur’an tercantum cara Allah memvalidasi kesombongan iblis yang tidak mau menuruti perintahNya. Ini bukan masalah kamu lebih baik atau tidak, akan tetapi pada kesombongannya yang tidak mau menurut saat Allah memerintahkan untuk bersujud.

Apa yang dilakukan Iblis adalah merasa diri lebih baik daripada orang lain. Jika melakukan kesalahan, bukannya meminta maaf dan bertaubat, ia malah menyalahkan orang lain karena keadaannya. Membawa pembenaran keliru karena mengklaim bahwa api lebih baik daripada tanah.

"(Allah) berfirman, "Maka turunlah kamu darinya (surga); karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang hina." (QS. Al-A'raaf (7): 13)

Rasa sombong adalah sifat yang tidak diterima di dalam surga. Iblis menghilangkan berbagai kemuliaan dirinya karena kesombongan yang membuatnya jadi sosok makhluk yang putus asa dari rahmat Allah. Sosok yang jatuh, sejatuh-jatuhnya.

Baca juga: Hati-Hati Whataboutism: Seni Mengelak yang Mengalihkan Fokus

Mempunyai perasaan lebih baik daripada orang lain sangatlah berbahaya, karena menjadi warisan iblis. Jika sombong, kamu akan sangat membanggakan diri dan kehilangan empati kepada proses ataupun perjalanan setiap orang.

Perasaan lebih baik daripada orang lain, baik karena kedudukan, ras, pendidikan, atau pemahaman akan membakar dirimu secara perlahan karena merendahkan manusia lain. Seperti iblis yang kehilangan derajatnya karena sombong dan menolak kebenaran.

Mari kita berdo'a supaya Allah membimbing kita dan melindungi kita dari segala penyakit hati seperti sombong, takabur, ujub, riya dan hasad. Sebab kita adalah manusia yang harus mengikuti bagaimana Nabi Adam AS bertaubat dan mau bersujud bukan mengikuti warisan iblis yang membangkang dan merendahkan orang lain.

Baca juga: Membaca Pola Manipulasi Gaslighting Fir'aun terhadap Nabi Musa AS

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image