UMP Perkuat Internasionalisasi Pendidikan Islam dari Pesantren
Info Terkini | 2026-05-18 16:02:30
BANJARNEGARA — Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terus memperkuat jejaring kelembagaan dan internasionalisasi pendidikan melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (PPM MBS) Wanayasa, Banjarnegara, Kamis (14/5/2026) lalu.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren MBS Wanayasa tersebut dirangkaikan dengan agenda Sharing and Motivation yang menghadirkan mahasiswa internasional asal Palestina dan Sudan. Acara ini menjadi momentum strategis dalam membangun sinergi pendidikan Islam berkemajuan antara perguruan tinggi dan pesantren Muhammadiyah.
Dalam kegiatan tersebut hadir Kaprodi Magister PAI FAI UMP, Assoc. Prof. Dr. Darodjat, M.Ag., bersama Direktur PPM MBS Wanayasa, Wahyudin, S.Ag., M.S.I. Penandatanganan MoA menjadi simbol komitmen bersama dalam pengembangan pendidikan, penguatan akademik, riset, pengabdian masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia pesantren dan perguruan tinggi.
"Kegiatan ini menjadi Penguatan Kolaborasi Pendidikan Islam antara Magister PAI UMP dan PPM MBS Wanayasa," ungkap Dr. Darojat saat ditemui di purwokerto senin (18/5).
Lebih lanjut ia menjelaskan kerjasama diarahkan untuk mendukung implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan Islam yang adaptif terhadap perkembangan global.
"Melalui MoA ini, kedua lembaga berkomitmen mengembangkan berbagai program strategis," tambahnya.
Kaprodi Magister PAI FAI UMP, Assoc. Prof. Dr. Darodjat, M.Ag., menekankan bahwa pesantren memiliki posisi penting dalam membentuk generasi Islam yang unggul secara intelektual, spiritual, dan sosial. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren perlu terus diperkuat agar lahir inovasi pendidikan Islam yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Selain penandatanganan MoA, kegiatan juga diisi sesi Sharing and Motivation bersama mahasiswa internasional UMP, dari Prodi Magister Pendidikan Agama Islam yakni Samar T. M. Alhaj dari Palestina dan Ahmed Fawzi Mohamed Ahmed Ibrahim Prodi Teknik Sipil S1 FTS UMP asal negara Sudan.
Dalam sesi tersebut, para mahasiswa internasional berbagi pengalaman tentang pendidikan, budaya, perjuangan belajar di Indonesia, serta pentingnya semangat persaudaraan Islam lintas bangsa.
"Kehadiran mahasiswa internasional ini memberikan pengalaman berharga bagi para santri MBS Wanayasa. Para peserta tidak hanya memperoleh motivasi belajar, tetapi juga wawasan global mengenai kondisi dunia Islam dan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dalam membangun peradaban," Ungkap Wahyudin selaku Direktur PPM MBS Wanayasa.
Kolaborasi Magister PAI FAI UMP dengan PPM MBS Wanayasa sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Purwokerto untuk menjadi universitas unggul, modern, dan berdaya saing internasional.
Internasionalisasi tidak hanya diwujudkan melalui kerja sama luar negeri, tetapi juga melalui pembangunan atmosfer akademik global di lingkungan pendidikan lokal, termasuk pesantren.
"Dengan menghadirkan mahasiswa internasional dari Palestina dan Sudan dalam forum pesantren, UMP menunjukkan bahwa pendidikan Islam mampu menjadi jembatan persatuan umat dan ruang dialog peradaban dunia," tegasnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya berbagai program kolaboratif berkelanjutan antara Magister PAI UMP dan PPM MBS Wanayasa, baik dalam bidang akademik, penelitian, penguatan karakter santri, maupun pengembangan pendidikan Islam berbasis global dan teknologi. Ke depan, kerja sama tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi santri dan akademisi yang berwawasan internasional, moderat, unggul dalam keilmuan, serta siap berkontribusi bagi kemajuan umat, bangsa, dan dunia. (Djt/Chy)
Artikel lengkap dapat diakses DISINI
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
