Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Tia Fauziyah

Kualitas Pendidikan di Banten: Masih Tertinggal?

Pendidikan | 2026-05-16 22:35:33

Pendidikan biasanya dianggap sebagai dasar utama kemajuan suatu daerah. Namun, jika melihat keadaan di Provinsi Banten yang terletak sangat dekat dengan ibu kota negara, timbul pertanyaan: apakah mutu pendidikannya sudah sepenuhnya memenuhi fungsinya sebagai daerah penyangga, atau malah masih tertinggal?

Berdasarkan data resmi, sebenarnya kondisi pendidikan di Banten tidak sepenuhnya negatif. Menurut data BPS, rata-rata durasi pendidikan di Banten pada tahun 2022 telah melebihi 9 tahun. Artinya, secara umum, masyarakat sudah menyelesaikan pendidikan hingga tingkat SMP. Namun, secara langsung di lapangan, faktanya tidak semudah itu.

Jika dilihat lebih mendalam, perbedaan wilayah di Banten masih sangat terasa. Di Tangerang Selatan, rata-rata durasi pendidikan dapat mencapai sekitar 12 tahun, yang menunjukkan bahwa mayoritas penduduknya telah menyelesaikan pendidikan hingga SMA. Sementara itu, di Kabupaten Lebak, angkanya tetap berada di sekitar 6 tahun lebih. Bahkan di Kabupaten Pandeglang, terdapat wilayah yang tingkat pendidikannya masih di bawah rata-rata provinsi. Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat banyak orang yang belum menyelesaikan pendidikan dasar dengan baik. Keadaan ini menunjukkan bahwa kemajuan pendidikan di Banten masih belum seimbang. Kawasan perkotaan tumbuh dengan pesat, namun di sisi lain, area perdesaan masih jauh ketinggalan.

Selain itu, persoalan lain yang sering muncul di lapangan adalah jumlah siswa yang tidak meneruskan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Banyak yang menghentikan pendidikan setelah menyelesaikan SMP, umumnya disebabkan oleh alasan ekonomi atau harus membantu keluarga. Hal ini pasti akan memengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa yang akan datang.

Jika diteliti lebih dalam, terdapat banyak faktor yang memengaruhi keadaan ini, mulai dari keterbatasan ekonomi keluarga, fasilitas sekolah yang masih kurang memadai di beberapa wilayah, hingga distribusi guru yang belum seimbang. Di sejumlah daerah, mendapatkan akses ke sekolah masih menjadi kendala, baik karena jarak tempuh yang jauh maupun terbatasnya sarana transportasi.

Oleh karena itu, sekadar menaikkan angka rata-rata lama sekolah tidaklah memadai. Yang lebih utama adalah menjamin semua wilayah memiliki peluang yang setara untuk memperoleh pendidikan yang baik. Pemerataan infrastruktur, dukungan pendidikan bagi komunitas kurang beruntung, dan distribusi tenaga pengajar yang lebih merata harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Pada akhirnya, pendidikan bukan sekadar angka dalam laporan statistik. Selain itu, pendidikan berkaitan dengan keadilan sosial. Selama adanya kesenjangan di lapangan, sulit untuk menyatakan bahwa pendidikan di banten telah benar-benar berkembang.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image