Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Kerjaan adelin

Saat Hati Menemukan Cahaya Imam di Balik Jeruji Lapas Cilacap

Agama | 2026-05-11 12:45:03

 

Sumber : Humaslapascilacap

Cilacap — Suasana haru dan penuh kekhusyukan menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Cilacap saat seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan mantap mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai tanda memeluk agama Islam, pada hari ini.

Di balik tembok tinggi dan jeruji besi, momen tersebut menjadi bukti bahwa harapan dan hidayah dapat hadir di mana saja, bahkan di tempat yang selama ini identik dengan hukuman dan penyesalan.

Prosesi syahadat berlangsung khidmat dan dibimbing langsung oleh perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Cilacap, Bapak Juwahir. Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh Kasubsi Registrasi Lapas Kelas IIB Cilacap, Didik Ramadhoni beberapa staff pembina keagaan Lapas, Jumat (8/5).

 Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, WBP tersebut mengikuti setiap lafadz syahadat yang diucapkan. Suasana mendadak hening, menyisakan rasa haru bagi seluruh yang hadir menyaksikan perjalanan spiritual tersebut.

Kasubsi Registrasi Lapas Cilacap menyampaikan bahwa pembinaan kepribadian dan spiritual menjadi bagian penting dalam proses pemasyarakatan. Menurutnya, Lapas bukan hanya tempat menjalani hukuman, tetapi juga ruang untuk memperbaiki diri dan menemukan kembali arah kehidupan.

 “Tak semua orang menemukan cahaya di tempat yang terang. Ada yang justru menemukan Tuhan di balik sunyinya penyesalan.” ucap Didik.

 “Setiap warga binaan memiliki kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Kami terus mendukung pembinaan keagamaan sebagai bekal mereka untuk kembali ke masyarakat dengan hati dan kehidupan yang lebih baik,” ungkapnya.

 Kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi antara Lapas Kelas IIB Cilacap dengan Kementerian Agama Kabupaten Cilacap dalam menghadirkan pembinaan spiritual yang humanis, menyentuh, dan berkelanjutan bagi warga binaan.

Bagi sebagian orang, jeruji mungkin menjadi akhir dari kebebasan. Namun bagi WBP tersebut, hari ini justru menjadi awal perjalanan baru menuju ketenangan dan cahaya iman.*** (ED)

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image