Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image HALO MUSAFIR

Seremoni Pendidikan

Gaya Hidup | 2026-05-05 23:27:51
Sela kegiatan di sempit teuku umar yayasan almaghribi

"Seremoni Pendidikan"

(Taufik Sentana.Konsultan pendidikan Islam Nuruttaufiq Aceh)

==============

Bayangkan anak anak yang bersorak sorai saat diumumkan bahwa esok hari sekolah libur.

Konon, sekolah kita adalah model abad 19, gurunya datang dari abad 20 dan siswanya dari abad 21. Dalam tipologi lingkungan itulah para siswa dididik (atau dibentuk?): suatu tipologi yang bertolak belakang. tidak saling mencapai tujuan jangka panjang.

Namun seremomi negara dengan kurukulum dan prosedural taktisnya hingga sekolah tinggi seakan menyatukan tiga hal tadi: bangunan yang angkuh, guru (materi) yang tak menyentuh" dunia anak, dan siswa dengan kontens psikologis yang berat di kepalanya. Seakan akan negara dapat menyatukan itu semua dengan filsafat pendidikan dan filsafat anggaran dengan beragam tema.

Bayangkan ke sebuah sekolah dengan bangunan terbuka dan asri dengan seluruh dukungan psikologis, anak anak yang tiba, memilih kelasnya hari ni: sains, seni dan olahraga. atau ia hanya datang untuk menyelesaikan projek perbaikan lingkungan hidup di lab sekolahnya. Lainnya mengikuti kelas dasar, pengembagan karakter, (peguatan fardhu ain bagi muslim), public speaking atau berlatih drama.

Dan keesokan harinya mereka kembali datang ke sekolah (atau tugas lapangan) dengan harapan dan tantangan baru. tanpa materi ajar yang bertumpang tindih yang tidak mengedepankan skill kualitatif. atau pengajaran yang mengabaikan keterampilan generatif dan mendewakan spesialisasi.

Para murid mesti tumbuh dengan mencintai belajar dan ilmu, menghargai proses untuk tumbuh dan merasakan dirinya terus berkembang dengan postitif dan maksimal.

Guna mencapai nilai hidup masyarakatnya atau menjadi generator perbaikan bagi kemajuan masyarakatnya pula. baik lahir maupun batin.

Dengan skema ini, pendidikan kita tidak menjadi seremoni: datang.pulang.lulus.photo2 dan terputus dari masyarakatnya!

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image