Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Ayu Fitri

Model Pembelajaran Kooperatif: 3 Metode Ini Melatih Rasa Percaya Diri

Eduaksi | 2026-04-29 09:40:51

Metode Pembelajaran dalam infrastruktur pendidikan, guru atau dosen biasanya membentuk kelompok siswa atau mahasiswa untuk ditugaskan membuat materi yang sudah ditentukan. Namun, saat praktiknya, banyak audiens yang kurang interaktif, penyaji belum memahami materi lebih dalam, dan tidak meratanya tanggung jawab pada sebuah kelompok. Suasana kelas pun menjadi bosan karena hanya dapat menyimak, bertanya, dan menjawab pertanyaan.

Model pembelajaran yang digunakan dalam ilustrasi di atas adalah model kooperatif. Model pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang melibatkan seluruh peserta didik untuk melakukan kegiatan diskusi kelompok kecil.

Model pembelajaran kooperatif memiliki beberapa metode untuk menekankan keterlibatan siswa. Selain itu, metode yang digunakan akan memicu rasa tanggung jawab, sosial, dan sikap disiplin. Metode tersebut, yaitu:

1. Metode Jigsaw

Ilustrasi Metode Jigsaw. Sumber: Instagram @gsdktwo.jpg

Presentasi jigsaw merupakan metode pembelajaran kooperatif dalam kelompok kecil, yang mana setiap kelompok mendelegasikan satu anggota untuk bertanggung jawab mengajarkannya atau menyampaikan materinya kepada anggota kelompok lain yang berkunjung pada stand kelompok tersebut. Sedangkan anggota kelompok yang lain mengunjungi stan dari kelompok lainnya untuk mencari informasi dan materi yang disampaikan delegator kelompok yang didatangi.

Setiap kelompok beranggotakan 4-6 orang. 1 anggota bertugas menjaga stan kelompok dan menyampaikan materi ke anggota kelompok lain, dan anggota yang lainnya mengunjungi stan kelompok lain untuk mencatat materi. Kegiatan ini diberikan waktu 15 - 30 menit, jadi setelah waktu habis, masing-masing kelompok berdiskusi mengenai materi yang mereka dapatkan dari kelompok lain. Masing-masing kelompok juga dapat memberikan nilai dari segi aspek anggota kelompok menguasai materi, visualisasi materi, dan kelengkapan materi.

2. Metode G (Group Investigation)

Metode Group Investigation (GI) adalah model pembelajaran kooperatif berbasis penemuan (inquiry) di mana siswa bekerja sama dalam kelompok kecil (2-6 orang) untuk menyelidiki topik tertentu, merencanakan investigasi, melakukan proyek, dan mempresentasikan hasil.

Metode ini membuat para siswa untuk mencari masalah dan menemukan solusi dari permasalahan tersebut. Dengan metode penyelidikan ini, siswa akan berlatih berpikir kritis, memimpin suatu diskusi, dan bertanggung jawab atas pekerjaan yang diberikan.

3. Metode Sales

Ilustrasi Metode Sales. Sumber: Instagram @gsdktwo.jpg

Metode ini memiliki kemiripan dengan Jigsaw. Perbedaannya hanya cara pembagian tugas pada setiap anggota di kelompok. Jadi, presentasi ala sales merupakan metode pembelajaran kooperatif dalam kelompok kecil, yang mana setiap kelompok mendelegasikan seluruh anggota untuk bertanggung jawab menyampaikan materi kepada anggota kelompok lain dengan berkunjung pada stan kelompok tersebut.

Inovasi baru ini lahir dari seorang dosen mata kuliah pembelajaran matematika Sekolah Dasar (SD) di kelas 04GSDK002 jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pamulang. Jumlah mahasiswa aktif di kelas tersebut adalah 25 mahasiswa, sehingga membentuk 5 kelompok dengan anggota 4-5 orang.

Dosen memberikan sebuah materi untuk didiskusikan dan dipresentasikan dalam bentuk visual berupa infografis atau power point. Materi tersebut adalah pendidikan di berbagai negara, seperti Singapura, Finlandia, Jepang, Cina, dan Jerman. Setelah itu, setiap kelompok diberi waktu 10-15 menit untuk mempresentasikan materi ke kelompok lain.

Presentasi ini meningkatkan rasa percaya diri dan skill public speaking di depan umum. Manfaat lain juga yaitu menambah wawasan mengenai pendidikan di berbagai negara serta menjadi inspirasi untuk pendidik dan calon pendidik dalam menerapkan model dan metode pembelajaran matematika di Sekolah Dasar (SD).

Itulah 3 model kooperatif anti membosankan untuk diterapkan di kelas. Dengan varian metode pembelajaran kooperatif, selain meningkatkan rasa sosial pada anak, maka akan terbentuk pula rasa percaya diri, komunikasi yang baik, dan tanggung jawab untuk mencari informasi dan menyelesaikan sebuah pekerjaan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image