Nasib Guru Hari Ini, Diremehkan Murid Sendiri
Agama | 2026-04-26 12:52:29
Aksi yang terekam media sosial para pelajar di Purwakarta, yang melakukan penghinaan terhadap guru mereka sendiri sungguh menyedihkan. Terlihat para murid melakukan hal yang sangat tidak sopan kepada guru mereka, kemudian mereka tertawa-tawa tanpa merasa bersalah. Kalau dulu guru adalah sangat dihormati karena di tanganyalah para murid mendapatkan ilmu. Tetapi tidak dengan hari ini, guru seringkali mendapat perlakuan yang tak manusiawi baik dari orang tua bahkan muridnya sendiri.
Kenapa hal ini semakin marak? Ini tentu bukan kejadian yang pertama kali. Ketika hari ini kurikulum pendidikan yang selalu berganti dengan gantinya menteri mengakibatkan arah yang tak pasti. Para pelajar kebingungan dibtengah arus kapitalisme yang semakin kuat. Banyak kasus guru dikriminalisasi bahkan oleh orangtuanya murid menambah beban tersendiri. Guru tak leluasa mendidik murid karena takut akan dikriminalisasi. Ketika menegur atau menghukum mereka takut jika terancam jeruji besi. Akibatnya murid semakin tak tahu diri.
Terlebih orang tua juga seakan menyerahkan pendidikan kepada guru di sekolah. Tak pernah mau tahu jika anaknya sendiri yang berulah. Seakan mereka sudah membayar maka tugas guru yang mengajar dan memperbaiki murid-muridnya. Sementara seringkali di rumah pun mereka tak mendapatkan pendidikan agama yang baik dari orangtuanya sendiri.
Pendidikan moral dan agama yang kurang dari peserta didik ditambah dengan lingkungan pergaulannya yang juga rusak, semakin menambah beban berat para guru ketika mendidik mereka. Seringkali ketika menasehati tak didengar bahkan diremehkan. Harusnya ini menjadi evaluasi bersama kita akankah kita terus berharap pada sistem yang sungguh membuat kerusakan? Atau kita melihat ada alternatif sistem yang sebenarnya sudah pasti menghasilkan generasi yang mencerahkan. Generasi yang dari keluarganya disidik agama dengan benar. Kemudian masyarakat juga mendukung dan mengawasi agar generasi ini berbuat yang benar. Terakhir negaralah yang punya tanggung jawab besar untuk memperbaiki generasi. Karena Negara akan menerapkan kurikulum yang benar yang tak berganti-ganti. Gurunya juga dididik dengan benar dan digaji yang besar karena punya tanggung jawab yang besar. Segala fasilitas pendidikan semuanya difasilitasi oleh negara dengan gratis. Semuanya mendapatkan kemudahan dalam mengakses pendidikan. Dan inilah negara yang menerapkan aturan pendidikan Islam yang bersumber dari Wahyu Allah taala.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
