Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Sifaturohmah

Cerita Sederhana di Balik Hari Kartini: Cara Mahasiswi Memaknainya di Kampus

Sejarah | 2026-04-25 16:17:30

Setiap tanggal 21 April, nama Raden Ajeng Kartini selalu kembali diingat. Dari dulu sampai sekarang, Hari Kartini jadi momen yang identik dengan perempuan dan perjuangannya. Tapi kalau dilihat di kehidupan sehari-hari, khususnya di kampus, cara merayakannya ternyata nggak selalu harus besar atau formal. Justru dari hal-hal sederhana, maknanya tetap bisa terasa.

Di lingkungan kampus, suasana Hari Kartini biasanya mulai terasa dari hal kecil, seperti banyak mahasiswi yang kompak memakai batik saat kuliah. Walaupun sebenarnya tidak ada aturan khusus atau acara resmi, tapi inisiatif seperti ini tetap membuat suasana jadi berbeda. Kelas yang biasanya terasa biasa saja jadi lebih hidup, penuh warna, dan ada kesan spesial walaupun kegiatannya tetap sama seperti hari-hari biasa.

Yang menarik, momen seperti ini juga sering jadi ajang kebersamaan. Di sela-sela perkuliahan, biasanya ada yang mulai ngajak ngobrol santai, bercanda, sampai akhirnya foto bareng. Hal-hal seperti ini mungkin terlihat sederhana, tapi justru di situlah letak keseruannya. Nggak harus acara besar, kebersamaan kecil seperti ini sudah cukup bikin suasana jadi lebih hangat.

Kadang tanpa disadari, peringatan seperti ini juga bikin kita jadi lebih ingat sama makna sebenarnya dari Hari Kartini. Sosok Raden Ajeng Kartini dulu berjuang supaya perempuan bisa mendapatkan hak yang sama, terutama dalam pendidikan. Kalau dibandingkan dengan sekarang, kita sebagai mahasiswi sebenarnya sudah merasakan banyak perubahan dari hasil perjuangan tersebut. Kita bisa sekolah, kuliah, bahkan punya kesempatan untuk meraih cita-cita yang kita inginkan.

Tapi di sisi lain, tantangan yang dihadapi perempuan sekarang juga nggak bisa dibilang sedikit. Selain dituntut untuk pintar secara akademik, perempuan juga sering dihadapkan pada berbagai ekspektasi dari lingkungan sekitar. Mulai dari harus bisa mandiri, percaya diri, sampai berani menyampaikan pendapat. Nggak jarang juga harus bisa menyesuaikan diri di berbagai situasi.

Di sinilah menurutku peringatan Hari Kartini jadi penting. Bukan cuma sekadar mengenang, tapi juga jadi pengingat buat diri sendiri. Apakah kita sudah memanfaatkan kesempatan yang ada? Apakah kita sudah berani berkembang? Atau malah masih ragu untuk melangkah? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini kadang muncul justru dari momen sederhana seperti perayaan di kelas.

Selain itu, memakai batik di Hari Kartini juga punya makna tersendiri. Bukan cuma soal mengikuti kebiasaan, tapi juga bentuk kecil dari rasa bangga terhadap budaya sendiri. Apalagi di tengah zaman sekarang yang serba modern, hal-hal seperti ini justru penting supaya kita tetap ingat dengan identitas kita.

Menurutku, hal yang paling terasa dari perayaan sederhana ini adalah kebersamaannya. Walaupun cuma di dalam kelas, tapi suasana yang tercipta bisa bikin hubungan antar teman jadi lebih dekat. Dari yang awalnya cuma sekadar teman sekelas, jadi lebih akrab karena sering berbagi momen seperti ini.

Pada akhirnya, perayaan Hari Kartini di kalangan mahasiswi memang nggak selalu meriah, tapi tetap punya arti. Dari hal-hal sederhana seperti memakai batik, ngobrol bareng, sampai foto bersama, semuanya bisa jadi bagian dari cara kita memaknai perjuangan Raden Ajeng Kartini. Nggak harus besar, yang penting kita tetap ingat dan mencoba melanjutkan semangatnya dengan cara kita sendiri, mulai dari hal kecil dalam kehidupan sehari-hari.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Terpopuler di

 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image