Pelajaran Penting Perang AS-Iran: Pentingnya Kesatuan Negeri-negeri Islam
Politik | 2026-04-20 11:50:56Pelajaran Penting Perang AS-Iran: Pentingnya Kesatuan Negeri-negeri Islam Oleh: Dhevy Hakim Perang yang baru saja berlangsung antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel benar-benar memberikan pelajaran sejarah yang sangat berharga bagi seluruh dunia. Selama puluhan tahun, kita dibikin percaya kalau AS dan Israel itu adalah negara adikuasa yang tak terkalahkan, yang kalau marah bisa menghancurkan negara lain dalam sekejap. Tapi faktanya? Cuma dengan satu negara Muslim, yaitu Iran, mereka kesulitan luar biasa.
Setelah konflik berlangsung selama lebih dari 40 hari, akhirnya tercapai kesepakatan gencatan senjata. Yang bikin heboh, AS yang selama ini sok galak akhirnya terpaksa menerima 10 poin tuntutan yang diajukan oleh Iran. Isinya berat-berat lho, mulai dari pengakuan hak Iran untuk mengolah uranium, pencabutan semua sanksi ekonomi, sampai penarikan pasukan AS dari kawasan Timur Tengah. Ini bukti nyata bahwa "raksasa" itu sebenarnya tidak sekuat yang mereka pamerkan. Iran berhasil membuktikan bahwa keberanian dan keteguhan hati bisa menandingi kekuatan militer dan teknologi canggih sekalipun. Analisis: Mitos Kekuatan dan Realita Pengkhianatan Dari peristiwa ini, ada banyak hal yang bisa kita cermati. Pertama, soal kekuatan AS dan Israel.
Mereka memang kuat, tapi bukan berarti tak terkalahkan. Ketika ada kemauan yang keras untuk mempertahankan tanah air dan harga diri, kekuatan materialisme bisa dipatahkan. Iran berhasil menggagalkan strategi perang kilat musuh, bahkan mampu menghantam balik target-target militer musuh dengan sangat presisi. Kedua, soal persekutuan. Di dunia politik itu memang kejam, pepatah lama bilang "tidak ada kawan yang abadi, yang ada cuma kepentingan yang abadi". AS mencoba mengerahkan sekutunya buat ikut perang, tapi banyak yang ogah-ogahan dan enggan terlibat langsung. Mereka takut kena imbas dan rugi besar. Jadi, jangan heran kalau hari ini kelihatan akur, besok bisa jadi musuhan kalau kepentingannya beda. Nah, yang paling menyedihkan itu poin ketiga.
Di saat Iran berjuang mati-matian melawan kekuatan dunia, ternyata masih ada beberapa penguasa di negara Muslim lain yang malah bersekutu dan memihak AS. Mereka lebih mementingkan jabatan, harta, dan keselamatan diri sendiri daripada solidaritas sesama saudara seiman. Sikap pengkhianatan seperti ini jelas-jelas melemahkan kekuatan umat Islam secara keseluruhan. Kalau sesama saudara malah saling tikam, mana mungkin kita bisa bangkit dan disegani dunia? Tapi justru dari sini kita bisa lihat potensi yang luar biasa.
Bayangkan saja, Iran sendirian saja sudah bisa membuat AS dan Israel kelabakan dan terpaksa menurunkan ego buat duduk di meja perundingan. Coba bayangkan kalau negara-negara Muslim yang jumlahnya lebih dari 50, yang punya sumber daya alam melimpah, dan penduduk jutaan bahkan miliaran ini bersatu padu? Pasti bakal jadi kekuatan global baru yang jauh lebih hebat dan bisa mengalahkan hegemoni negara-negara kafir dengan mudah. Solusi: Satukan Umat di Bawah Naungan Khilafah Pelajaran terbesar dari perang ini adalah: Kesatuan itu Kekuatan! Maka dari itu, sangat mendesak dan penting buat seluruh umat Islam untuk sadar dan bangkit. Kita nggak bisa terus-terusan terpecah belah, punya negara sendiri-sendiri, sistem sendiri-sendiri, dan saling menjatuhkan.
Jalan keluarnya cuma satu, yaitu menyatukan seluruh negeri-negeri Muslim dalam satu payung pemerintahan yang kokoh, yaitu Khilafah Islamiyah. Kenapa harus Khilafah? Karena hanya dengan institusi inilah umat Islam bisa bersatu secara politik, militer, dan ekonomi. Di bawah Khilafah, nggak ada lagi batas-batas buatan yang memisahkan kita. Semua sumber daya alam, kekuatan militer, dan intelektual akan dikelola secara terpusat untuk kepentingan bersama. Kalau Khilafah sudah berdiri, kita nggak akan lagi melihat negara Muslim yang satu melawan yang lain, atau ada pemimpin yang berani mengkhianati umat demi kepentingan asing.
Kekuatan gabungan dari seluruh dunia Islam pasti akan mampu meruntuhkan dominasi dan hegemoni negara-negara adidaya yang selama ini menindas kita. Lebih dari itu, Khilafah hadir bukan cuma buat berperang, tapi juga buat membebaskan rakyat yang tertindas. Palestina, Afghanistan, dan berbagai negeri Muslim lain yang masih dijajah atau didikte oleh kekuatan asing akan dibebaskan sepenuhnya. Dengan kombinasi antara dakwah yang menyebarkan kebenaran dan jihad yang membela keadilan, Khilafah akan membawa kedamaian dan rahmat bagi seluruh alam, bukan penindasan seperti yang dilakukan oleh sistem kapitalis dan sekuler sekarang ini. Perang Iran vs AS sudah menutup lembarannya, tapi pelajarannya harus terus kita ingat. Bahwa kita sebenarnya kuat, kita sebenarnya besar, cuma saja kita sedang terpecah. Maka dari itu, mari kita teruskan upaya untuk menyadarkan sesama saudara seiman betapa pentingnya persatuan ini. Jangan sampai kita puas hanya dengan kondisi sekarang. Saatnya kita berjuang agar umat Islam kembali berjaya, disegani dunia, dan bebas dari cengkeraman penjajah, di bawah bendera Khilafah yang Insya Allah akan segera tegak kembali.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
