Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image leila bikum

Kader Aisyiyah Prenggan Diperkuat untuk Deteksi Dini TB dan HIV/AIDS

Edukasi | 2026-04-18 06:45:20

YOGYAKARTA – Upaya pencegahan dan deteksi dini Tuberkulosis (TB) dan HIV/AIDS terus diperkuat melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada 22 Januari 2026 oleh tim Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bersama kader ‘Aisyiyah di PRA Prenggan, Kotagede, Yogyakarta.

“Kader ‘Aisyiyah PRA Prenggan bersama tim pengabdian masyarakat UMY usai pelatihan deteksi dini TB dan HIV/AIDS di Kotagede, Yogyakarta.” Sumber: Dokumentasi Tim Pengabdian Masyarakat UMY, 2026.

umber: Dokumentasi Tim Pengabdian Masyarakat UMY, 2026.

Kegiatan bertajuk “Empowerment Kader ‘Aisyiyah Deteksi Dini TB Paru dan HIV/AIDS” ini dipimpin oleh Dr. dr. Sri Sundari, M.Kes., dengan melibatkan mahasiswa Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit UMY, yakni Doni Kristiyono, Yoyok Budi Wahyono, Yunita Nugraheni, dan Leila Bikum.

Program ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menekan angka kasus TB dan HIV/AIDS di Indonesia. Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan beban kasus TB tertinggi di dunia, sementara kasus HIV juga terus meningkat, terutama pada usia produktif. Kondisi tersebut semakin kompleks karena infeksi HIV dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami TB aktif.

Dalam kegiatan ini, kader ‘Aisyiyah diberikan pelatihan mengenai tanda dan gejala TB dan HIV, cara penularan, faktor risiko, serta pentingnya deteksi dini. Selain itu, para kader juga dibekali keterampilan komunikasi dan edukasi agar mampu memberikan penyuluhan kepada masyarakat secara langsung.

“Selama ini masih banyak masyarakat yang belum memahami gejala TB maupun HIV. Stigma terhadap penderita juga masih tinggi sehingga banyak orang terlambat memeriksakan diri. Karena itu, kader di masyarakat memiliki peran penting sebagai penghubung antara warga dan fasilitas kesehatan,” ujar Ketua Tim Pengabdian, Dr. Sri Sundari.

Pelatihan dilaksanakan dalam tiga tahap. Pada hari pertama, para kader memperoleh materi mengenai epidemiologi TB–HIV, mekanisme penularan, gejala, serta cara melakukan skrining sederhana. Hari kedua dilanjutkan dengan praktik lapangan melalui kunjungan rumah untuk memberikan edukasi kepada warga dan mengidentifikasi masyarakat yang memiliki gejala atau faktor risiko. Selanjutnya, pada hari ketiga dilakukan monitoring dan evaluasi untuk melihat peningkatan pengetahuan kader dan efektivitas kegiatan.

Dalam praktik lapangan, kader menggunakan lembar skrining sederhana untuk mengenali warga yang mengalami batuk lebih dari dua minggu, penurunan berat badan, demam berkepanjangan, maupun faktor risiko HIV. Jika ditemukan warga yang dicurigai mengalami TB atau HIV, kader akan segera mengarahkan dan merujuk ke puskesmas terdekat.

Selain pelatihan, tim pengabdian juga menyiapkan berbagai media edukasi seperti leaflet, buku saku, panduan skrining, serta SOP rujukan. Media tersebut diharapkan dapat membantu kader ketika melakukan penyuluhan dari rumah ke rumah maupun saat kegiatan warga.

Ketua PRA Prenggan, Yuliana Azizah, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini sangat dibutuhkan karena kader di masyarakat sering kali menjadi orang pertama yang ditemui warga ketika mengalami masalah kesehatan.

“Kami berharap setelah pelatihan ini, kader menjadi lebih percaya diri dan lebih siap memberikan edukasi kepada masyarakat. Dengan begitu, kasus TB dan HIV dapat ditemukan lebih awal sehingga penanganannya juga lebih cepat,” ungkapnya.

Melalui program ini, tim pengabdian berharap kader ‘Aisyiyah dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masyarakat. Tidak hanya membantu menemukan kasus lebih dini, tetapi juga menurunkan stigma, meningkatkan kepatuhan berobat, dan memperkuat jejaring antara masyarakat dengan puskesmas.

Kegiatan pengabdian ini juga sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, khususnya target mengakhiri epidemi AIDS dan tuberkulosis pada tahun 2030.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image