Tergusurnya Transportasi Becak Kota Di Era Modern
Teknologi | 2026-04-15 21:31:18Kebutuhan akan alat transportasi sangat dirasakan dalam menunjang mobilitas seseorang setiap harinya, terutama di zaman modern seperti sekarang. Ada berbagai jenis alat transportasi yang bisa dijumpai di zaman sekarang, baik itu yang modern (mobil, motor, pesawat, kereta api, dll.) atau tradisional bendi, becak. Becak Pertama kali menggelinding di indonesia akhir 1920 an hingga awal 1930- an, dibawa pedagang tionghoa darin singapura dan semenanjung malaya.
Becak yang berasal dari jepang becak cepat populer di kota pelabuhan seperti jakarta, surabaya dan medan karena murah dan tidak butuh bahan bakar bensin. Puncak kejayaan datang saat pendudukan jepang pada tahun 1942-1945 waktu krisis bahan bakar yang akhirnya melumpuhan kendaraan dengan penggunaan bensin, Becak jadi penyelamat mobilitas urban. Pasca kemerdekaan 1945 urbanisasi massal jawa dipicu repartisasi perkebunan dan ledakan penduduk.
Dalam perkembangannya, banyak alat transportasi yang mulai bertranformasi mengikuti perkembangan zaman, seperti kereta/ mobil listrik, bahkan yang terbaru adalah mobil yang sudah bisa terbang. Namun di tengah semakin modernnya alat transportasi, kita masih bisa menjumpai di beberapa daerah di Indonesia pada umumnya dan khususnya sarana transportasi tradisional yang masih bertahan sampai saat ini, salah satunya adalah becak. Salah satu alasan becak menjadi pilihan bagi sebagian masyarakat Kota kala itu adalah karena selain kendaraan tersebut bisa melewati jalan-jalan yang tidak dapat dilalui angkutan umum dan belum banyaknya pilihan transportasi umum, becak juga menggunakan sistem tawarmenawar, tidak seperti kendaraan umum lainnya yang tarifnya sudah ditentukan. Jadi, tarif antara becak satu dengan becak lainnya kadang kala berbeda, walau jarak yang ditempuh sama, semuanya tergantung kesepakatan antara pengguna dengan tukang becak.
Sejak beberapa tahun terakhir ini era keemasan para tukang becak dan becaknya mulai meredup. Sedikit demi sedikit jumlah becak mulai berkurang, karena tergantikan dengan kendaraan yang jauh lebih modern dan cepat. Apalagi masyarakat sekarang lebih memilih memiliki kendaraan pribadi. Karena selain mudah didapatkan dengan cara kredit, tentunya memiliki kendaraan pribadi akan menaikkan gengsi mereka. Sejalan dengan pertumbuhan manusia sebagai makhluk sosial, manusia memiliki kebutuhan yang semakin banyak dan beraneka ragam. Kebutuhankebutuhan hidup tersebut dapat dipenuhi dengan baik apabila adanya pendapatan yang mendukung.
Namun, tidak semua kebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh masyarakat, terutama bagi masyarakat ekonomi lemah. Tidak dapat dipungkiri bahwa manusia dalam hidupnya selalu dihadapkan pada berbagai masalah baik itu masalah sosial maupun masalah ekonomi. Masalah ekonomi merupakan masalah yang sangat penting bagi setiap manusia Karena merupakan problem yang menyangkut pada kesejahteraan dan pemenuhan kebutuhan hidup orang banyak. Kini, Ruang Kota tidak dapat lagi kita lihat seperti sepuluh atau dua puluh tahun yang lalu, seperti tidak adanya kemacetan, polusi kendaraan, serta sepeda dan becak yang bisa melaju dengan bebasnya di jalan raya. Kendaraan roda dua, empat dan sarana transportasi modern lainnya semakin banyak menghiasi Kota tersebut.
Kehidupan para tukang becak yang masih bertahan kini cukup memprihatinkan. Semakin banyaknya saingan secara otomatis membuat pendapatan mereka menurun. Belum lagi ditambah harga kebutuhan pokok yang semakin mahal dan tidak adanya perhatian khusus dari Pemerintah Kota Makassar tentang becak, membuat kehidupan mereka semakin sulit. Yang dulunya menjadi Primadona Transportasi yang selalu di cari, kini tidak lebih hanya sekedar ‘ada atau tidaknya mereka tidak menjadi masalah. Tukang becak adalah sebuah realitas kehidupan yang tetap bertahan ditengah derasnya arus modernisasi.
Setiap definisi mengenai modernisasi sedikit banyaknya tidak saja mencakup perubahan tetapi, lebih penting lagi, mencakup pengertian mengenai efisiensi, meningkatnya interaksi antara manusia dan ruang, dan sangat mejemuknya hubungan sosial. Tanpa kecuali, pengertian-pengertian itu juga ada hubungannya dengan kota dan yang menyebabkan bertambahnya urbanisasi masyarakat. Sejarah Tukang becak sendiri pada awalnya adalah masyarakat pedesaan yang mencoba merasakan dinamika kerasnya kehidupan perkotaan. Mereka adalah contoh dari kaum urban yang memilih meninggalkan desanya demi mencari pekerjaan di kota.
Kehidupan sosial tukang becak erat kaitannya dengan pola interaksi antara sesama tukang becak, tukang becak dengan lingkungan sekitarnya dan tukang becak dengan penumpang. Selain itu, perubahan sosial yang tengah terjadi pada masyarakat Kota secara umum, membuat pola pikir prilaku secara sosial para tukang becak juga ikut berubah. Di mana mereka mulai ikut menggunakan teknologi seperti telepon genggam agar lebih memudahkan para penumpang untuk menghubungi mereka atau siapapun yang membutuhkan bantuan mereka. Mereka juga mulai menganggap bahwa pendidikan formal untuk anak di zaman sekarang itu sangat penting [1][2]di buktikan dengan mereka berupaya sekeras mungkin untuk menyekolahkan anak mereka setinggi mungkin agar kelak memiliki kehidupan yang lebih baik dari orang tuanya
Secara umum, yang menjadi alasan awal setiap orang untuk mencari pekerjaan adalah masalah ekonomi. Namun, tidak semua dari mereka bebas memilih pekerjaan, terutama di perkotaan yang membutuhkan kemampuan dan pendidikan formal yang memadai. Tukang becak adalah sebuah profesi yang boleh dibilang hanya perlu mengandalkan kekuatan fisik saja. Mengayuh becak di siang hari apalagi terkadang penumpangnya lebih berat dari tukang becak itu sendiri, bukanlah sebuah perkara yang mudah dan itu dilakukan setiap hari dari pagi hingga sore bahkan terkadang sampai malam hari. Tapi, mereka menyadari hanya profesi inilah yang bisa mereka lakukan untuk menghidupi keluarga mereka.
Tukang becak merupakan pekerjaan utama mereka, sebuah profesi yang tidak gampang. Setiap orang memiliki motivasi tersendiri dalam hidupnya. Motivasi sebagai keadaan dalam diri individu yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna menjadi tujuan. Motivasi sangat mempengaruhi kerja seseorang sehingga dapat dikatakan motivasi adalah faktor penting bagi keberhasilan kerja. Mereka berharap bahwa kelak anak mereka harus memiliki kehidupan yang lebih baik dari orang tua mereka. Karena anak yang hebat merupakan cermin dari ketekunan, kerja keras, doa dan orang tua yang luar biasa.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
