Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image 32. yashinta khanaya lintang kusuma

Ketika Ijazah Tak Sejalan dengan Pekerjaan: Realitas Karier Generasi Muda

Pendidikan | 2026-04-10 11:44:57

Oleh: Yashinta Khanaya Lintang Kusuma
Mahasiswi Prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Kristen Indonesia

Perkembangan dunia kerja sekarang terasa semakin cepat dan berubah-ubah. Hal ini membuat generasi muda harus menghadapi berbagai tantangan, salah satunya soal ketidaksesuaian antara pendidikan dan pekerjaan. Fenomena ini sebenarnya sudah cukup sering kita lihat, di mana banyak lulusan bekerja di bidang yang tidak sesuai dengan jurusan yang mereka ambil saat kuliah.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), masih terdapat cukup banyak tenaga kerja di Indonesia yang pekerjaannya tidak sejalan dengan latar belakang pendidikannya. Artinya, masalah ini bukan hanya dialami beberapa orang saja, tapi sudah menjadi fenomena yang cukup umum.

Salah satu alasannya adalah lapangan kerja yang sesuai dengan arah tidak selalu tersedia dalam jumlah yang cukup. Sementara itu, jumlah lulusan terus bertambah setiap tahun. Akhirnya, banyak orang yang mengambil pekerjaan di luar bidangnya, yang penting bisa dijalani terlebih dahulu dan tetap mendapatkan penghasilan.

Selain itu, selama kuliah kita juga sering lebih banyak dapat teori dibandingkan praktik. Akibatnya, saat memasuki dunia kerja, terkadang kita merasa belum cukup siap karena tuntutan di lapangan lebih banyak mengandalkan skill dan pengalaman. Muncullah jarak antara apa yang dipelajari di kampus dengan apa yang dibutuhkan di dunia kerja.

Perkembangan teknologi juga ikut berpengaruh besar. Sekarang banyak pekerjaan baru yang bermunculan, bahkan tidak selalu berhubungan langsung dengan jurusan tertentu. Jadi, batas antara pendidikan dan pekerjaan jadi semakin fleksibel. Mau tidak mau, kita dituntut untuk bisa belajar hal baru dan menyesuaikan diri.

Jika dilihat dari sisi bimbingan karier, kondisi ini berkaitan dengan kesiapan seseorang dalam merencanakan kariernya. Banyak orang yang sebenarnya belum benar-benar memahami minat dan kemampuan sejak awal, jadi saat dihadapkan pada pilihan kerja, mereka cenderung bingung atau memilih pekerjaan yang penting bisa dijalani terlebih dahulu.

Dampaknya bisa bermacam-macam. Ada yang merasa kurang puas dengan pekerjaannya, ada juga kesulitan yang berkembang karena merasa tidak “klik” dengan bidang yang dijalani. Namun di sisi lain, ada juga yang justru menemukan peluang baru dan berkembang di luar arahnya.

Menurut saya, yang paling penting saat ini bukan hanya soal ijazah, tapi bagaimana kita bisa terus belajar dan mengembangkan diri. Mengikuti pelatihan, magang, atau aktif di organisasi bisa jadi cara untuk menambah pengalaman. Kemampuan beradaptasi juga menjadi hal yang penting di tengah perubahan yang cepat seperti sekarang.

Selain itu, kampus juga mempunyai peran penting untuk membantu mahasiswa lebih siap menghadapi dunia kerja. Misalnya dengan memperbanyak praktik atau kerja sama dengan dunia industri, agar mahasiswa tidak kaget saat masuk ke dunia kerja nanti.

Pada akhirnya, ketidaksesuaian antara pendidikan dan pekerjaan bukan hanya masalah, tapi juga bagian dari realitas yang harus dihadapi. Selama kita mau belajar, beradaptasi, dan terus berkembang, selalu ada peluang untuk sukses di bidang apa pun yang dijalani.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image