Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Arib Nurfayyadh

Mengukuhkan Peran Indonesia dalam Dinamika Ekonomi Makro Syariah Global

Agama | 2026-03-31 20:16:38

Pendahuluan

Ekonomi Makro Syariah, sebuah sistem ekonomi yang berlandaskan prinsip-prinsip Islam, semakin menunjukkan relevansinya dalam lanskap ekonomi global, tak terkecuali di Indonesia. Dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin dalam pengembangan ekonomi syariah. Artikel ini akan mengulas posisi Indonesia dalam ekonomi syariah global, prospek dan tantangan yang dihadapi pada tahun 2025-2026, serta strategi untuk mengukuhkan perannya.

Indonesia di Panggung Ekonomi Syariah Global

Laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2024/2025 menempatkan Indonesia pada peringkat ketiga dunia dalam ekosistem ekonomi syariah . Pencapaian ini menunjukkan pengakuan internasional terhadap upaya Indonesia dalam mengembangkan sektor ekonomi syariah. Indonesia unggul di beberapa sektor, termasuk modest fashion , dan terus memperkuat posisi dalam Halal Value Chain (HVC) yang mencakup makanan dan minuman halal, pariwisata ramah Muslim, serta keuangan syariah . Kontribusi sektor halal diproyeksikan mencapai 27% terhadap PDB nasional pada tahun 2025 .

Prospek dan Tantangan Ekonomi Makro Syariah 2025-2026

Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi syariah Indonesia pada tahun 2025 berada dalam kisaran 4,8% hingga 5,6% , dan meningkat menjadi 4,9% - 5,7% pada tahun 2026 . Proyeksi serupa juga disampaikan oleh tim ekonom BSI yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan sebesar 5,04% pada 2025 dan 5,28% pada 2026 . Pertumbuhan ini didorong oleh penguatan industri halal, digitalisasi keuangan syariah (fintech syariah), dan integrasi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) .Namun, prospek cerah ini tidak lepas dari tantangan. Konflik geopolitik global, seperti perang Rusia-Ukraina dan konflik di Gaza, diprediksi akan memberikan tekanan pada pertumbuhan ekonomi syariah pada tahun 2025 . Selain itu, tantangan internal seperti rendahnya literasi keuangan syariah di masyarakat dan isu persaingan usaha di sektor P2P syariah juga perlu menjadi perhatian .

Peran dan Strategi Pengembangan

Pemerintah dan lembaga terkait, seperti Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan, terus bersinergi untuk mengembangkan ekonomi syariah. Strategi yang dilakukan meliputi penguatan ekosistem syariah, pengembangan industri halal, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah . Integrasi ekonomi syariah ke sektor riil menjadi fokus utama untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif .

Kesimpulan

Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi syariah global. Dengan posisi yang kuat dalam SGIE Report dan proyeksi pertumbuhan yang positif, didukung oleh penguatan industri halal dan digitalisasi, masa depan ekonomi makro syariah di Indonesia tampak menjanjikan. Namun, tantangan geopolitik dan internal memerlukan strategi yang adaptif dan kolaborasi yang kuat dari semua pihak untuk mewujudkan potensi tersebut.

 

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image