Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Nur Aini

Efisiensi Anggaran Haruskah Mengorbankan Pendidikan?

Agama | 2026-03-25 07:14:30

Meski belum benar-benar direalisasikan, rencana pembelajaran dalam jaringan (daring) sudah memunculkan keresahan. Wacana yang sempat viral tersebut diambil sebagai sikap penghematan energi mengantisipasi krisis energi karena perang di Timur Tengah. Wajar jika wacana tersebut banyak ditentang masyarakat.

Masa depan pendidikan lagi-lagi dipertaruhkan oleh rezim dzalim di negeri ini. Pemborosan anggaran untuk proyek segar yang digunakan bancakan penguasa dan kroninya semisal MBG dan KMP tidak ditinjau ulang, namun pendidikan begitu mudahnya dikorbankan. Inilah yang membuat rakyat semakin muak, hanya kepentingan segelintir orang yang dipertimbangkan, sedangkan rakyat tidak dipedulikan.

Pemerintah seolah tidak mau belajar dari pembelajaran daring saat covid, banyak kendala yang dihadapi dan sampai sekarang belum mendapatkan solusi, terutama terkait pemenuhan fasilitas pembelajaran daring. Hasil pembelajaran daring saat covid pun saat ini sudah menuai hasilnya, dimana lulusan sekolah daring penguasaan ilmunya sangat memprihatinkan. Pendidikan yang salah satu tujuannya untuk memberikan ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan pelajar sama sekali tidak bisa 100% diwujudkan dengan pembelajaran daring. Melalui pembelajaran tatap muka langsung saja siswa masih sulit menerima pelajaran secara maksimal apalagi sekadar pembelajaran daring yang mudah dipermainkan.

Oleh karena itu, wacana pembelajaran daring demi efisiensi anggaran jelas hanya akal-akalan pemerintah untuk lepas dari tanggung jawab sebagai penyedia pendidikan yang berkualitas. Di sisi lain, lagi-lagi pemerintah sangat gegabah mempertaruhkan kualitas generasi di negeri ini dengan mempermainkan pendidikan, seolah sah-sah saja pendidikan dijadikan kelinci percobaan.

Dalam sistem Islam, pendidikan adalah salah satu kebutuhan pokok yang wajib diperhatikan pemenuhannya. Pendidikan adalah sarana untuk membentuk kepribadian islam generasi, semua hal terkait pendidikan wajib diberikan yang terbaik, dibiayai dengan maksimal salah satunya dari hasil pengelolaan kepemilikan umum, sehingga rakyat tidak dipusingkan dengan biaya pendidikan hingga tingkat tertinggi.

Dzalimnya kebijakan penguasa di negeri ini seharusnya memotivasi umat Islam untuk menuntut perubahan. Tidak hanya sekali penguasa mengkhianati rakyat, amanah sebagai pengurus urusan rakyat tidak lagi menjadi prioritas, kepentingan oligarki, kroni dan asing seringkali menjadi penentu kebijakan. Jelas ini adalah ciri penguasa kapitalis sekular. Umat butuh perubahan sistemik, bukan sekadar pergantian pemimpin yang terbukti tidak menghasilkan perubahan total, negeri ini harus mengganti sistem sekular yang mengabaikan aturan Allah SWT, menerapkan aturan Islam secara kaffah dalam segala aspek kehidupan. Sistem islam warisan Rasulullah SAW, manusia mulia yang dijamin masuk surga. Terbukti mengantarkan umat manusia pada peradaban yang gemilang.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image