Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Hilmy Nadiyah Harits

Dari Papan Tulis ke Layar Menjadi Tantangan Guru Masa Kini

Sekolah | 2026-03-21 21:23:18

Dikutip dari (Computers & Business, 2023) mengatakan bahwa Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, terutama dalam cara pembelajaran berlangsung. Teknologi sendiri tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu, tetapi juga dapat menjadi bagian penting dalam menciptakan suatu inovasi pembelajaran yang lebih efektif, variatif, dan menarik. Proses interaksi antara guru dan siswa juga mengalami pergeseran dari metode konvensional menjadi berbasis digital, sehingga pembelajaran dapat dilakukan secara fleksibel tanpa batasan ruang dan waktu.

Kehadiran dari berbagai platform serta media digital dapat mempermudah akses informasi serta memungkinkan pembelajaran jarak jauh, yang semakin relevan di era modern. Selain itu, integrasi teknologi dalam pendidikan mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta kualitas pembelajaran dengan membantu guru dalam pengelolaan materi, penilaian, dan komunikasi dengan siswa. Namun perubahan tersebut juga dapat menuntut adanya penyesuaian strategi pembelajaran agar sesuai dengan perkembangan zaman, yang mana peran guru kini beralih menjadi fasilitator dan siswa dituntut lebih aktif, mandiri, serta mampu berpikir kritis. Di sisi lain, penggunaan teknologi juga dapat membawa dampak negatif yaitu potensi kecanduan internet, serta mengarahkan informasi, dan dapat menurunkan interaksi sosial secara langsung. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan harus dilakukan secara bijak dengan pengawasan yang tepat agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal tanpa mengabaikan dampak negatif yang mungkin muncul.

Dari perkembangan teknologi digital dapat membawa perubahan yang sangat besar di dalam pendidikan dimana dahulu pembelajaran masih menggunakan papan tulis dan juga hanya menggunakan metode ceramah. Namun, kini guru dituntut untuk bisa beradaptasi menggunakan pembelajaran berbasis digital dengan menggunakan laptop, proyektor, serta platform pembelajaran digital yang dapat mempermudah siswa dan guru untuk dapat aktif dan interaktif dalam proses belajar mengajar. Tak banyak guru yang dapat menggunakan teknologi digital dengan kreatif dan inovatif mengikuti perkembangan zaman. Oleh karena itu, transformasi dari papan tulis beralih ke layar yang dimana hal tersebut dapat menjadi sebuah tantangan yang harus menghadap guru pada era digital saat ini harus dapat segera menghadap secara serius.

Kompetensi guru digital kini menjadi kunci utama dalam keberhasilan pendidikan di era teknologi karena perubahan zaman menuntut guru tidak hanya bisa menguasai materi dan pedagogi, tetapi juga dapat memanfaatkan teknologi secara efektif dalam pembelajaran. Kompetensi guru digital sendiri dapat mencakup kemampuan menggunakan perangkat dan aplikasi pembelajaran, dapat memahami literasi informasi, serta menerapkan etika dan keamanan digital dalam proses belajar mengajar. Penguasaan kompetensi tersebut sangat penting karena dapat membantu guru untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa di era digital, dan juga dapat mempermudah dalam mengelola pembelajaran dalam pemberian materi, penilaian, serta umpan balik.

Selain itu, kompetensi digital guru juga mendukung dalam pengimplementasian pembelajaran yang berpusat pada siswa, yang di mana guru berperan sebagai fasilitator. Namun, dalam penerapannya masih terdapat berbagai tantangan seperti keterbatasan fasilitas teknologi, kurangnya pelatihan, dan kesenjangan kemampuan antar guru. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kompetensi melalui pelatihan, kolaborasi, serta dukungan dari pemerintah dan institusi pendidikan agar guru mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi secara optimal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital.(Gurumahir.com, 2024)

Guru agar dapat menghadapi tantangan digital saat ini harus dapat bekerja sama dan terus mengupgrade dirinya agar lebih mempelajari teknologi sehingga guru dapat menciptakan inovasi dalam melakukan proses belajar mengajar tersebut yang mana guru harus beradaptasi bisa dengan era digital. Guru seharusnya didukung agar mencapai kompetensi digital yang mumpuni dengan baik perlu dilakukan seminar maupun pelatihan untuk membekali guru agar dapat menciptakan inovasi pembelajaran yang relevan di era digital saat ini.

Salah satu tantangan paling krusial adalah ketidakmerataan akses internet dan infrastruktur teknologi di seluruh pelosok Nusantara. Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau menghadapi hambatan besar dalam pemerataan jaringan. Misalnya, di daerah "3T" (terdepan, terluar, tertinggal) akses internet masih jauh dari ideal. Tak hanya itu Biaya kuota internet, kualitas jaringan yang rendah, serta ketersediaan perangkat menjadi faktor penghambat utama. Laporan UNICEF menyoroti bahwa “Terbatasnya akses terhadap internet yang berkualitas dan terjangkau serta buruknya ketersediaan perangkat digital yang mampu” membuat pembelajaran dari rumah menjadi kurang kondusif terutama di daerah terpencil.(Kompasiana, 2025)

Bagaimana pembelajaran digital ingin berhasil jika dari sarana dan prasarananya sendiri tidak memadai hal tersebut tentunya sangat menghampat proses pembelajaran di era digital. Pemerintah harus melakukan pemerataan sarana dan prasarana terlebih dahulu sebelum menuntut sekolah untuk berlalih pembelajaran berbasis digital dengan teknologi yang memadai maka proses belajar mengajar tersebut berharap dapat tercipta. Pemerintah harus bisa menjangkau sekolah di daerah plosok tersebut agar tidak terjadi kesenjangan antara sekolah didesa dan dikota.

Perkembangan teknologi dapat mengubah peran dari guru yang dimana awalnya guru menjadi sumber informasi untuk siswanya tetapi, kini sumber informasi dapat diakses dengan mudah melalui internet. Hal tersebut menuntut guru untuk bisa bertransformasi menjadi fasilitator yang dimana pembelajaran tidak hanya berpusat pada guru. Tentunya perubahan tersebut tidak mudah bagi guru karena memerlukan kesiapan dalam menghadapi pembelajaran di era digital saat ini.

Oleh karena itu, perpindahan penggunaan dari papan tulis ke layar digital yang dimana hal tersebut tidak hanya sekedar perubahan alat bantu mengajar, tetapi bagian dari transformasi besar dalam pendidikan yang dapat menghadirkan berbagai macam tantangan bagi guru. Tantangan tersebut dapat meliputi kebutuhan akan kompetensi digital, keterbatasan sarana dan prasarana, serta perubahan dari peran guru dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan perhatian serta dukungan dari berbagai pihak, dengan menyediakan pelatihan bagi guru, serta fasilitas yang memadai, dan kebijakan yang dapat mendukung peningkatan kualitas dari guru agar mereka dapat beradaptasi di era digital.

Hilmy Nadiyah Harits, Mahsiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Jurusan Tadris IPS

 

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image