Malam Al-Qadar, Malam yang Penuh Kemuliaan
Dunia islam | 2026-03-19 17:30:07Oleh: Dr. Idmar Wijaya,S.Ag., M.Hum
Iftitah
Malam Al Qadar (Lailatul Qadar) adalah malam yang sangat istimewa dan paling suci dalam agama Islam, yang terjadi pada bulan Ramadan. Secara harfiah, Lailah berarti malam, dan Al Qadar sering diartikan sebagai kemuliaan, ketetapan, atau penyempitan (karena banyaknya malaikat yang turun).Biasanya orang berbondong-bondong ke masjid untuk melakukan I’tikaf pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.
Berikut adalah poin-poin utama untuk memahami urgensi malam tersebut:
A. Keutamaan Utama
Al-Qur'an menjelaskan kemuliaan malam ini dalam Surat Al-Qadr. Poin paling ikonik Menurut berbagai tafsir bahwa mala al qadar itu mempunyai kkeitimewaan, yang antara lain:
1. Malam kemulian, karena pada malam itu turunnya al-qur’an
إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ فِي لَيۡلَةِ ٱلۡقَدۡرِ ١
2. Lebih Baik dari Seribu Bulan: Beribadah pada satu malam ini nilainya dianggap lebih baik daripada beribadah selama 1.000 bulan (sekitar 83 tahun 4 bulan).
لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ خَيۡرٞ مِّنۡ أَلۡفِ شَهۡرٖ ٣
3. Pada malm itu planet bumi penuh sesak. Kenapa? Karena banyak sekali para malaikat turun ke planet bumi dengan dikomandoi oleh malaikat Jibril untuk mengatur persoalan kehidupan manusia.
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ
4. Malam itu disebut malam penuh dengan keselamatan dan kesejahteraaan.
سَلَٰمٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطۡلَعِ ٱلۡفَجۡرِ ٥
5. Turunnya Al-Qur'an: Malam ini merupakan peringatan diturunkannya Al-Qur'an dari Lauh Mahfuz ke Baitul Izzah (langit dunia).
6. Malam Ketetapan: Pada malam ini, Allah SWT menetapkan takdir tahunan manusia, termasuk rezeki, ajal, dan keberuntungan.
B. Kapan Terjadinya?
Waktu pastinya dirahasiakan oleh Allah agar umat Islam bersungguh-sungguh beribadah di sepanjang bulan Ramadan. Namun, ada beberapa petunjuk kuat berdasarkan hadis:
1. Terjadi pada 10 malam terakhir bulan Ramadan.
2. Sangat dianjurkan untuk mencarinya pada malam-malam ganjil (ke-21, 23, 25, 27, atau 29).
C. Tanda-Tanda Malam Al Qadar
Berdasarkan beberapa riwayat, tanda-tanda alam yang sering dikaitkan dengan malam ini antara lain:
1. Suasana Tenang: Udara terasa sejuk, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.
2. Cahaya Matahari Lemah: Keesokan harinya, matahari terbit dengan cahaya yang putih redup (tidak menyengat).
3. Kedamaian Hati: Merupakan perasaan tenang secara spiritual yang dirasakan oleh orang yang beribadah.
D. Apa yang Sebaiknya Dilakukan?
Para ulama menyarankan untuk memperbanyak amalan berikut:
1. Salat: Melakukan salat fardu berjemaah, salat Tarawih, dan salat Tahajud.
2. Membaca Al-Qur'an: Menghidupkan malam dengan tadarus.
3. I'tikaf: Berdiam diri di masjid dengan niat ibadah.
4. Doa Khusus: Membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW:
Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni (Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku).
E. I’tikaf
'tikaf adalah berdiam diri di dalam masjid dengan niat untuk beribadah kepada Allah SWT. Agar I'tikaf dianggap sah secara syariat, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.
Berikut adalah rincian syarat-syaratnya:
1. Syarat Bagi Pelaku (Mutakif)
Seseorang yang melakukan I'tikaf harus memenuhi kriteria berikut:
a) Muslim: I'tikaf adalah ibadah, sehingga pelakunya harus beragama Islam.
b) Berakal (Mumayyiz): Memiliki kesadaran dan dapat membedakan mana yang baik dan buruk. Orang yang sedang hilang akal atau anak kecil yang belum mumayyiz tidak sah I'tikafnya.
c) Suci dari Hadas Besar: * Tidak dalam keadaan junub (janabah).
2. Niat
Segala amal tergantung pada niatnya. Seseorang harus meniatkan diri untuk berdiam diri di masjid semata-mata karena Allah SWT. Niat ini dilakukan saat memulai I'tikaf.
3. Tempat (Masjid)
I'tikaf harus dilakukan di dalam masjid.
Para ulama umumnya mensyaratkan masjid yang digunakan adalah masjid yang dipakai untuk salat berjemaah lima waktu.
4. Berdiam Diri (Al-Labtsu)
Syarat fisik dari I'tikaf adalah menetap atau berdiam diri di dalam masjid dalam jangka waktu tertentu.
a) Secara minimal, durasinya adalah lebih lama dari waktu tumaninah dalam salat.
b) Namun, untuk mendapatkan keutamaan penuh (terutama di 10 malam terakhir Ramadan), dianjurkan dilakukan dalam waktu yang lebih lama (misalnya satu malam penuh atau beberapa hari).
Hal yang Membatalkan I'tikaf
Penting juga untuk memperhatikan hal-hal yang bisa merusak atau membatalkan I'tikaf Anda:
a) Keluar dari masjid tanpa alasan yang mendesak (seperti buang hajat, makan jika tidak ada yang mengantar, atau keadaan darurat).
b) Bersetubuh (hubungan suami istri) berdasarkan dalil Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 187.
c) Hilang akal (seperti gila atau mabuk).
d) Murtad (keluar dari agama Islam).
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
