Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Suwardi Rosyid A

Keadilan Umar bin Khattab kepada Seorang Yahudi

Agama | 2026-03-16 03:21:42

1. Pembukaan

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

Jamaah yang dirahmati Allah, Islam adalah agama yang menjunjung tinggi keadilan, bahkan kepada orang yang berbeda agama sekalipun.

Hal ini dicontohkan oleh salah satu khalifah terbesar dalam sejarah Islam, yaitu Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu, yang terkenal dengan ketegasan sekaligus keadilannya.

2. Kisah Umar bin Khattab, Amr bin Ash, dan Seorang Yahudi

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa pada masa kekhalifahan Umar, seorang Yahudi di Mesir mengadukan perlakuan tidak adil dari penguasa Mesir, yaitu **Amr bin Ash radhiyallahu 'anhu.

Yahudi tersebut datang jauh ke Madinah untuk mengadukan perkara tersebut kepada Khalifah Umar.

Setelah mendengar pengaduan itu, Umar memanggil Amr bin Ash dan menyelidiki masalahnya. Ketika terbukti ada perlakuan yang tidak adil terhadap orang-orang tersebut, Umar membela hak orang Yahudi itu.

Umar kemudian berkata dengan kalimat yang sangat terkenal:

مَتَى اسْتَعْبَدْتُمُ النَّاسَ وَقَدْ وَلَدَتْهُمْ أُمَّهَاتُهُمْ أَحْرَارًا

Artinya: “Sejak kapan kalian memperbudak manusia, padahal mereka dilahirkan oleh ibu mereka dalam keadaan merdeka.”

Kisah ini menunjukkan bahwa keadilan dalam Islam berlaku bagi semua manusia, bahkan bagi non-Muslim yang hidup dalam masyarakat Islam.

Riwayat kisah ini disebutkan dalam kitab sejarah seperti:

 

  • Futuh Misr karya Ibnu Abdil Hakam
  • Tarikh Ath-Thabari

3. Dalil Al-Qur'an tentang Keadilan

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian pembela keadilan karena Allah dan janganlah kebencian kalian terhadap suatu kaum membuat kalian tidak berlaku adil. Berlaku adillah, karena itu lebih dekat kepada takwa.”

???? (QS. Al-Ma'idah: 8)

4. Dalil Hadis tentang Meyakiti Non-Muslim yang Dilindungi

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرَحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ

Latin: Man qatala mu'āhadan lam yarah rā'iḥatal jannah.

Artinya: “Siapa yang membunuh seorang non-Muslim yang dilindungi (dzimmi), maka ia tidak akan mencium bau surga.”

???? Sumber:

 

  • Shahih Bukhari No. 3166
  • Derajat: Hadis Shahih

5. Hikmah dari Kisah Ini

Beberapa pelajaran penting dari kisah ini:

1. Islam menjunjung tinggi keadilan

Keadilan tidak hanya untuk umat Islam, tetapi untuk semua umat manusia.

2. Pemimpin harus melindungi rakyatnya

Umar tidak memihak pejabatnya, tetapi membela orang yang dizalimi, meskipun ia seorang Yahudi.

3. Keadilan adalah bagian dari takwa

Semakin seseorang adil, semakin dekat ia kepada Allah.

4. Islam melindungi hak non-Muslim

Dalam fiqh, mereka disebut ahludz-dzimmah, yaitu warga non-Muslim yang dilindungi oleh negara Islam.

Imam **Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa kezaliman kepada siapa pun adalah dosa besar karena merusak kemaslahatan manusia.

6. Penutup

Jamaah yang dirahmati Allah,

Kisah Umar bin Khattab ini mengajarkan bahwa Islam adalah agama rahmat dan keadilan. Bahkan kepada orang yang berbeda keyakinan, Islam tetap memerintahkan untuk berlaku adil.

Semoga kita dapat meneladani akhlak para sahabat dalam menegakkan keadilan dalam kehidupan kita.

dan itu adalah hal yang baik

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image