Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image MTs NEGERI 4 BANTUL

Normalisasi dalam Penulisan Kata (bagian 3)

Pendidikan dan Literasi | 2026-03-15 22:25:20

 

Kesalahan penulisan kata dalam bahasa Indonesia masih kerap terjadi, terutama karena pengaruh bahasa lisan yang lebih dominan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak penulis---baik pelajar maupun orang dewasa---tanpa sadar menuliskan kata sesuai dengan apa yang mereka dengar dan ucapkan, bukan berdasarkan bentuk baku yang telah ditetapkan.

Normalisasi penulisan kata menjadi langkah penting untuk menertibkan kebiasaan tersebut. Bahasa tulis memiliki aturan yang jelas dan bersifat mengikat, khususnya dalam ranah pendidikan, administrasi, dan komunikasi resmi. Ketidaktepatan ejaan dapat menimbulkan kesalahpahaman sekaligus menurunkan kualitas penggunaan bahasa Indonesia.

Salah satu contoh kata yang sering ditulis keliru adalah izin, yang kerap ditulis ijin. Kesalahan ini muncul karena dalam pengucapan sehari-hari, bunyi z sering terdengar seperti j. Padahal, menurut KBBI, bentuk baku yang benar adalah izin, yang bermakna persetujuan atau perkenan.

Contoh berikutnya adalah kata objek, yang masih sering ditulis obyek. Pengaruh pelafalan dan kebiasaan lama menjadi penyebab utama kesalahan ini. Dalam ejaan yang telah disempurnakan, huruf y tidak lagi digunakan pada kata tersebut, sehingga bentuk yang benar adalah objek.

Kesalahan serupa juga terjadi pada penulisan kata risiko, yang sering ditulis resiko. Pelafalan yang terdengar serupa membuat banyak orang menganggap kedua bentuk tersebut sama-sama benar. Namun, berdasarkan kaidah bahasa Indonesia, penulisan yang baku adalah risiko.

Selain itu, kata aktivitas masih kerap ditulis aktifitas. Kesalahan ini dipengaruhi oleh adanya kata dasar aktif sehingga penulis mengira bentuk turunannya harus tetap mempertahankan huruf f. Padahal, bentuk yang benar dan baku adalah aktivitas.

Berbagai contoh tersebut menunjukkan bahwa kebiasaan menulis berdasarkan pengucapan dapat menimbulkan kekeliruan yang berulang. Oleh sebab itu, normalisasi penulisan kata perlu terus ditanamkan melalui pembelajaran bahasa, keteladanan guru, serta kebiasaan merujuk pada KBBI dan PUEBI.

Dengan membiasakan diri menggunakan kata-kata baku, kita turut menjaga ketertiban bahasa Indonesia dan memastikan pesan tertulis tersampaikan secara jelas, tepat, dan bermartabat. (mud)

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image