Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Siti Nuralifa

Cyberbullying: Bahaya Bullying yang Sering Dianggap Sepele

Eduaksi | 2026-03-12 01:36:59
Ilustrasi: Cyberbullying di media sosial dapat memberikan dampak psikologis bagi korban yang merugikan.

Di era media sosial saat ini, hampir semua orang aktif berinteraksi di dunia maya. Media sosial memang memudahkan kita untuk berbagi informasi, berkomunikasi, dan mengekspresikan diri. Namun, di balik kemudahan tersebut muncul masalah yang sering dianggap sepele, yaitu cyberbullying atau perundungan di dunia maya. Banyak orang mengira bahwa komentar kasar, buruk, atau hinaan di internet hanyalah candaan biasa, padahal dampaknya bisa sangat serius bagi orang yang menerimanya.

Berbeda dengan bullying secara langsung, cyberbullying bisa terjadi kapan saja dan menyebar dengan sangat cepat. Satu komentar negatif bisa dilihat oleh ratusan bahkan ribuan orang dalam waktu singkat. Hal ini membuat korban merasa dipermalukan di depan banyak orang. Akibatnya, korban sering mengalami tekanan psikologis seperti rasa sedih, malu, takut, dan kehilangan rasa percaya diri. Dalam kondisi yang lebih parah, cyberbullying dapat menyebabkan stres, kecemasan, bahkan depresi.

Tidak hanya mempengaruhi kondisi mental, cyberbullying juga dapat berdampak pada kehidupan sosial seseorang. Korban bisa menjadi lebih tertutup, menghindari pergaulan, dan merasa tidak aman ketika menggunakan media sosial. Padahal, media sosial seharusnya menjadi tempat berbagi hal positif, belajar, dan menjalin silaturahmi dengan orang lain.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjadi pengguna media sosial yang bijak. Sebelum menulis komentar atau membagikan sesuatu, kita perlu berpikir apakah kata-kata tersebut dapat menyakiti orang lain atau tidak. Jika kita mampu menggunakan media sosial dengan penuh tanggung jawab dan empati, maka kita dapat membantu menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat, aman, dan nyaman bagi semua orang.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image