Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image SAEPANI universitas Pamulang

Sekolah Tak Cukup Mengajar, Tapi Juga Harus Menanamkan Kepedulian

Eduaksi | 2026-03-06 16:20:08

Bulan Ramadhan sering menjadi momentum bagi banyak orang untuk berbagi kebaikan. Namun menurut saya, kegiatan berbagi seharusnya tidak hanya menjadi tradisi musiman, melainkan juga menjadi bagian dari proses pendidikan karakter bagi generasi muda. Hal inilah yang tercermin dari kegiatan berbagi takjil yang dilakukan oleh siswa SMA PGRI 3 Bogor.

Siswa SMA PGRI 3 Bogor berfoto bersama dalam kegiatan kebersamaan di lingkungan sekolah. Dokumentasi pribadi. Sumber: Dokumentasi Pribadi

Kegiatan berbagi takjil tersebut bukan sekedar membagikan makanan untuk berbuka puasa kepada masyarakat dan pengguna jalan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengalaman langsung bagi para siswa untuk belajar tentang empati, kepedulian sosial, dan pentingnya membantu sesama.

Di tengah sistem pendidikan yang sering kali fokus pada nilai akademik, kegiatan sosial seperti ini justru memiliki makna yang sangat penting. Para siswa dapat belajar bahwa pendidikan tidak hanya terjadi di dalam ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi nyata dengan masyarakat.

Menurut saya, sekolah memang tidak cukup hanya mengajarkan teori dan pengetahuan. Sekolah juga harus mampu menanamkan nilai kemanusiaan kepada para siswanya. Kegiatan berbagi takjil menjadi salah satu cara sederhana namun efektif untuk membentuk karakter tersebut.

Selain membantu masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara sekolah dan lingkungan sekitar. Hal ini menunjukkan bahwa sekolah dapat berperan aktif dalam membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Pada akhirnya, kegiatan seperti ini memberi pesan penting bahwa sekolah bukan hanya tempat untuk mengejar prestasi akademik. Sekolah juga harus menjadi ruang untuk membentuk manusia yang memiliki empati, kepedulian, serta kesadaran sosial.

Sebab di masa depan, masyarakat tidak hanya membutuhkan orang pintar, namun juga membutuhkan orang yang peduli terhadap sesamanya.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image