RFM di Mantaba: Mengukir Karakter Melalui Kurikulum Berbasis Cinta
Agama | 2026-03-01 19:21:53BANTUL, MAN 3 Bantul –28 Februari 2026, Suasana syahdu menyelimuti kompleks Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Bantul sepanjang bulan suci ini. Mengusung tema besar "Ramadhan Fil-Madrasah (RFM)", madrasah yang dikenal dengan sebutan Mantaba ini melakukan terobosan dalam pola pendidikannya dengan mengintegrasikan seluruh rangkaian kegiatan keagamaan ke dalam bingkai Kurikulum Berbasis Cinta.
Kurikulum Berbasis Cinta merupakan pendekatan pendidikan yang mengedepankan kasih sayang, empati, dan hubungan batin yang kuat antara pendidik dan peserta didik. Di MAN 3 Bantul, konsep ini diterjemahkan ke dalam aksi nyata, di mana ibadah tidak lagi dipandang sebagai sekadar kewajiban formal, melainkan bentuk pengabdian yang lahir dari rasa cinta kepada Allah SWT dan sesama manusia.
Suyanto, S.Ag, M.Pd. menegaskan bahwa RFM tahun ini dirancang untuk menyentuh sisi spiritual sekaligus emosional siswa melalui beberapa program unggulandiantaranya:
Kajian Kitab Masailus Shiyam secara klasikal, setiap Tingkat diampu oleh satu orang guru, Siswa tidak hanya diajak menghafal hukum puasa, tetapi mendalami esensi batin dari setiap aturan dalam kitab tersebut. Guru menyampaikan materi dengan dialogis dan hangat, memastikan setiap siswa memahami bahwa syariat adalah wujud cinta Tuhan kepada hamba-Nya.
Kajian kitab adabul ‘alim wal Mutaallim karya Syekh Hasyim Asy’ari, di kaji setiap pagi dengan durasi waktu 45 menit, kajian ini dilaksanakan setiap kelas di semua tingkatan, satu kelas diampu oleh satu orang guru.sebelum kajian ini dimulai kegaitan dimulai dengan tadarus Bersama setiap kelas.
Kultum Tujuh Menit . Setiap selesai salat dhuhur berjamaah, mimbar madrasah menjadi panggung bagi siswa untuk berekspresi. Dalam durasi tujuh menit, para siswa berlatih menyampaikan pesan-pesan kebaikan dengan bahasa yang menyejukkan, melatih kepercayaan diri sekaligus kemampuan menebar kasih melalui kata-kata.
Buka Bersama (Bukber) yang Guyub Momen buka bersama di Mantaba menjadi ajang meruntuhkan sekat antara guru dan murid. Duduk sama rendah, menikmati takjil yang sama, suasana kekeluargaan ini menjadi inti dari Kurikulum Berbasis Cinta. Di sini, karakter kepedulian dan berbagi dipraktikkan secara langsung dalam kebersamaan yang hangat yang diisi dengan pengajian menjelang buka oleh Gus Kafa.
CAHAYA (Catatan Harian Siswa Mantaba) Sebagai instrumen evaluasi diri, setiap siswa dibekali dengan buku "CAHAYA". Bukan sekadar ceklis ibadah, buku ini menjadi ruang refleksi harian siswa tentang kebaikan apa yang telah mereka lakukan dan bagaimana mereka mengelola hati setiap harinya.
Melalui RFM, MAN 3 Bantul ingin memastikan bahwa pendidikan karakter tidak berhenti pada jargon semata. Dengan Kurikulum Berbasis Cinta, madrasah berharap para siswa tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kelembutan hati dan keteguhan iman.
"Pendidikan yang paling membekas adalah yang disampaikan dengan cinta. Melalui RFM ini, kami ingin siswa merasa dicintai oleh lingkungannya, sehingga mereka pun akan mencintai agamanya dan nilai-nilai kebaikan di dalamnya," ujar Siti Nur Janah selaku coordinator rumpun PAI.Adibah.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
