Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Universitas Ahmad Dahlan

Restorasi Lingkungan Berbasis Nilai dan Kolaborasi

Info Terkini | 2026-03-01 11:57:47
Kusno Wibowo, S.T., M.Si., dan Hening Purwati Parlon, S.Sos., M.M., dalam Penyampaian Materi I Pada Pengajian Ramadan PWM DIY (Foto. Humas UAD)

Pengajian Ramadan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM DIY) menghadirkan materi pertama bertajuk “Restorasi Lingkungan dalam Perkhidmatan Masa Depan” dalam rangkaian Pengajian Ramadan. Sesi ini menghadirkan Kusno Wibowo, S.T., M.Si., dan Hening Purwati Parlon, S.Sos., M.M., yang memaparkan krisis lingkungan global serta langkah nyata yang telah dilakukan di DIY.

Dalam paparannya, Hening menegaskan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi triple planetary crisis, yakni perubahan iklim, polusi, dan kehilangan keanekaragaman hayati. Ia menjelaskan bahwa perubahan iklim banyak dipicu oleh bencana hidrometeorologi, sementara polusi terjadi ketika lingkungan terkontaminasi zat berbahaya melebihi ambang batas aman sehingga mengancam kesehatan makhluk hidup.

Terkait biodiversitas, ia mengingatkan pentingnya kesadaran atas kekayaan alam Indonesia yang kian menyusut. “Betapa kayanya Indonesia, lalu yang terjadi saat ini sangat berkurang,” tuturnya. Ia menyebut Indonesia telah kehilangan sekitar 11 juta hektare hutan atau setara 110 kali luas Kota Jakarta.

Lebih lanjut, Hening menegaskan bahwa persoalan lingkungan tidak dapat dilepaskan dari nilai spiritual. “Kita kembali kepada akidah, maka tauhid kita tercerminkan dalam tindakan,” ujarnya.

Sejak 2007, Teologi Lingkungan bekerja sama dengan Majelis Lingkungan Hidup serta Kementerian Lingkungan Hidup menginisiasi berbagai gerakan, termasuk Gerakan 1000 Cahaya. Dalam dua tahun terakhir, program tersebut telah menggandeng 270 kepala keluarga Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) untuk mengikuti pelatihan efisiensi energi. Pelatihan juga melibatkan 40 peserta dari Pondok Pesantren Zamzam dan 50 guru.

Audit energi yang dilakukan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping menunjukkan temuan menarik. “Ternyata yang berat itu bukan di ruang operasi tetapi di ruang tempat makan dan laundry,” ungkapnya. Hasil audit tersebut akan segera diluncurkan sebagai dasar rekomendasi efisiensi serta potensi transisi energi di sejumlah titik yang dinilai boros.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY, Kusno Wibowo, S.T., M.Si., menyampaikan capaian positif bahwa Yogyakarta dinobatkan sebagai provinsi dengan pengelolaan hutan terbaik se-Indonesia pada 2025. “Yogyakarta hutannya sebagai hutan terbaik se-Indonesia tahun 2025, tidak ada perusakan hutan dan alhamdulillah mendapat penghargaan,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan masih terdapat sejumlah isu strategis yang perlu menjadi perhatian, seperti perubahan iklim global, tingginya timbulan sampah, menurunnya kualitas air sungai akibat limbah industri rumah tangga, kos, dan laundry, serta rendahnya tingkat ketaatan pelaku usaha terhadap regulasi lingkungan.

Permasalahan sampah menjadi tantangan besar karena sebagian besar sampah DIY berakhir di TPA Piyungan. Berdasarkan surat Gubernur DIY tertanggal 19 Oktober 2023, pengelolaan sampah akan didesentralisasikan ke kabupaten/kota mulai 2024 dengan pelaksanaan penuh mempertimbangkan kapasitas zona tampung di TPA Piyungan serta kesiapan fasilitas pengelolaan di masing-masing daerah.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat melalui prinsip 3R (reduce, reuse, recycle). “Jangan lupa bapak ibu untuk menangani pengelolaan dan mengurangi sampah dengan 3R,” pesannya. Data menunjukkan bahwa timbulan sampah terbesar di DIY berasal dari sisa makanan, sehingga gerakan minim sampah seperti menghabiskan makanan dan menggunakan tumbler menjadi langkah sederhana namun berdampak.

Sebagai upaya jangka panjang, DIY memprioritaskan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Piyungan. Program ini diharapkan mampu mengurangi beban sampah sekaligus mendukung konsep ekonomi sirkular. Melalui kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat, restorasi lingkungan diharapkan menjadi gerakan nyata, bukan sekadar wacana, demi masa depan yang lebih berkelanjutan. (Dnd)

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image