Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Ris Mulyati Sholikhatul Muslikah

Takwa Bukan Sekadar Ritual: Guru MAN 3 Bantul Bedah Makna Integritas di Program SUWAIBA

Agama | 2026-02-24 07:49:06
Momen penuh khidmat saat Ustaz Ibnus Sakan Al Faishal, S.S., M.Sc. menyampaikan tausiyah bermakna mengenai 'Taqwanya Orang Mukmin' di tengah keberkahan Ramadan 1447 H ini.

BANTUL (MAN 3 Bantul) – Takwa seringkali dipahami sebatas ritual ibadah di atas sajadah. Namun, dalam tayangan program SUWAIBA (Asupan Jiwa MANTABA) Episode 4, makna takwa dibedah lebih dalam sebagai fondasi profesionalisme dan etika sosial bagi setiap Muslim.

Acara yang diinisiasi oleh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Bantul ini menghadirkan narasumber Ibnus Sakan Al Faishal, S.S., M.Sc., seorang Guru Bahasa Arab dan Tahfidz. Mengusung tema "Taqwanya Orang Mukmin", tausiyah ini disiarkan bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadan 1447 H pada Selasa (24/02/2026).

Takwa dalam Profesi: Antara Guru dan Pedagang

Dalam pemaparannya, Ustaz Ibnus menekankan bahwa takwa adalah tindakan nyata yang melekat pada peran profesi seseorang. Ia memberikan contoh konkret yang menyentuh realitas kehidupan sehari-hari.

"Takwa itu definisinya bisa berbeda-beda sesuai peran kita. Bagi seorang guru, takwa adalah bagaimana ia mendidik dengan penuh tanggung jawab dan tidak mencuri waktu jam mengajar di madrasah," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mencontohkan dunia perniagaan. Bagi pedagang, wujud takwa yang paling nyata adalah kejujuran—tidak mengurangi timbangan dan menjaga kepercayaan pembeli. Hal ini menunjukkan bahwa nilai religiusitas harus berbanding lurus dengan integritas kerja.

Tiga Pesan Perubahan Diri

Melalui program SUWAIBA ini, Ustaz Ibnus menitipkan tiga pesan kunci bagi setiap mukmin untuk melakukan refleksi diri:

 

  1. Integritas Tanpa Batas: Menjaga ketakwaan di mana pun berada, baik saat dalam keramaian maupun saat sendiri.
  2. Manajemen Kesalahan: Menyadari bahwa manusia tidak luput dari dosa, namun mukmin yang cerdas adalah mereka yang segera mengiringi keburukan dengan amal kebaikan.
  3. Etika Sosial (Hablum Minannas): Menjaga pandangan terhadap sesama dengan tidak mudah menghakimi seseorang hanya dari satu sisi.

Ramadan sebagai Momentum Emas

Mengingat Ramadan adalah bulan yang terbagi menjadi fase rahmat, maghfirah (ampunan), dan pembebasan dari api neraka, program ini mengajak masyarakat untuk tidak menyia-nyiakan waktu.

"Kita tidak pernah tahu apakah ini Ramadan terakhir kita. Maka, memaksimalkan ibadah, mulai dari salat, tilawah Al-Qur'an, hingga tasbih, adalah keharusan," pungkas Ustaz Ibnus.

Program SUWAIBA sendiri merupakan komitmen MAN 3 Bantul dalam menebar kesejukan spiritual bagi keluarga besar madrasah maupun masyarakat luas melalui platform digital.(Ris)

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image