Skandal Epstein Menggugat Board of Peace
Agama | 2026-02-13 16:35:29Oleh : Desti Ritdamaya
Praktisi Pendidikan
Serigala sudah memangsa ibunya, tapi anaknya tetap mengulurkan tangannya untuk serigala dengan dalih serigala penjaga keamanannya.
Kiranya tepat perumpamaan di atas mendeskripsikan kondisi kaum muslim hari ini dalam lingkaran Board of Peace (BoP). Tak ada yang menyangkal jejak hitam kejahatan penjajahan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Jutaan jiwa tak berdosa meregang nyawa. Kekayaan negeri kaum muslim dijarah ugal-ugalan. Semua kebar-baran ini sama sekali tak tersentuh hukuman internasional. Dari hari ke hari semakin nampak kepongahan, kebrutalan dan kezaliman keduanya dalam menghisap darah kaum muslim.
Tapi realita yang mengurut dada, penguasa negeri-negeri muslim dengan sepenuh hati menyerahkan jiwa dan harta kaum muslim pada gembong penjajah. Dengan dalih gembong penjajah lah yang mampu menjaga perdamaian dan penjajah lah yang layak dijaga kedamaiannya. Mereka tutup mata dan telinga pada penderitaan kaum muslim korban penjajahan. Bahkan dengan menggunakan uang rakyat, penguasa jor-joran menyetor 17 triliun sebagai SPP keanggotaan BoP. Saat yang sama kondisi dalam negeri sesak napas dan riuh dengan jeritan kemiskinan.
Logika terbalik ini bukan tanpa sebab. ‘Entah’ karena ingin diakui sebagai partisipan ‘perdamaian’ ala penjajah. ‘Entah’ karena pengabdian pada tuan penjajah. ‘Entah’ karena takut melawan tuan penjajah. Tapi kepastian, pangkal sebab beberapa penguasa negeri muslim sukarela di cocok hidung oleh penjajah adalah wahn. Yaitu hati yang cinta dunia dan takut mati (hubbun dunya wa karaahiatul maut).
Semakin miris dengan melihat dan mendengar pernyataan beberapa ormas Islam yang ‘katanya’ ulama perwakilan umat. Awalnya lantang menentang penjajahan AS dan Israel. Setelah diundang ke istana, seketika berubah 1800 mendukung kebijakan penguasa. Dalihnya keanggotaan Indonesia akan mendesak Israel mengakui kemerdekaan Palestina, menjamin tak ada lagi penjajahan Israel, mengupayakan two state solution. Bahkan membawa-bawa nama Rasulullah SAW yang melaksanakan strategi perjanjian Hudaibiyyah menghadapi penjajah. Tak lama berselang penguasa dengan bangga mengumumkan akan membangun gedung 40 lantai khusus bagi MUI dan lembaga-lembaga Islam lainnya di kawasan Bundaran HI. Ya begitulah kerja ‘suap’ klasik penguasa.
Belum sebulan pasca pembentukan, BoP sudah menunjukkan wajah aslinya. BoP alat legitimasi AS sebagai bos dunia dan sponsor utama genosida Israel. SPP keanggotaan BoP disinyalir dana segar proyek ambisi Israel raya dan menggemukkan kapitalisasi AS. Buktinya keanggotaan BoP diam seribu bahasa saat Israel terus membabi buta bombardir Palestina walaupun korban nyawa muslim terus berjatuhan. Nihil perdamaian bagi Palestina. Nihil empati dan kepedulian bagi Palestina.
Kotak Pandora Epstein : AS dan Israel Tak Layak Bicara Perdamaian
Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Allah SWT sebaik-baiknya pembuat makar dan penyingkap makar penjajah. Di saat seruan perdamaian menggelegar dalam BoP oleh penjajah terkuaklah tabir gelap elit global. Di saat pemimpin-pemimpin kaum muslim dicocok hidung oleh penjajah dalam BoP, terungkaplah skandal Eipsten. Kotak pandora yang membuka aib politisi elit dunia termasuk para penjajah.
Katanya mereka pahlawan perdamaian. Nyatanya pemangsa anak-anak dan gadis jelita. Katanya penyelamat dunia. Nyatanya pedofilia dan pemakan daging manusia tak berdosa. Katanya penjaga keamanan dunia. Nyatanya pemburu darah dan organ manusia untuk ritual syetan demi ‘kekekalan’ kedudukan politik atau ketenarannya. Sebenarnya karakter keji ini sudah mendarah daging dalam jiwa penjajah. Terbukti kolonialisme imperialisme klasik demi gold, gospel dan glory memakan korban puluhan juta jiwa yang dampaknya masih dirasakan sampai sekarang.
Yang berakal sehat dan berhati suci tentu tak sudi menerima penjajah yang penuh aib dan amoral menjadi pahlawan perdamaian. Mereka tak layak. Mereka tak berhak. Harusnya mereka malu. Tapi memang mereka tak tahu malu. Diksi perdamaian yang mereka serukan adalah kamuflase untuk mempertahankan hegemoni peradaban Barat yang sekuleristik dan materialistik. Bukan untuk Islam dan kaum muslim.
Yang beriman dan bertakwa tentu terlebih lagi untuk berlepas diri dari penjajah. Karena haram menjadikan kafir penjajah sebagai sandaran dalam mengurus urusan kaum muslim. Seharusnya kepemimpinan Islam yang menjadi benteng pertahanan jiwa dan harta kaum muslim. Dengan menjadikan Allah sebagai sandaran dan pelindung dalam urusan kaum muslim. Dengan menjadikan syari’at Allah sebagai pegangan dan asas mengatur urusan kaum muslim. Allah SWT berfirman :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوْا بِطَانَةً مِّنْ دُوْنِكُمْ لَا يَأْلُوْنَكُمْ خَبَالًاۗ وَدُّوْا مَا عَنِتُّمْۚ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاۤءُ مِنْ اَفْوَاهِهِمْۖ وَمَا تُخْفِيْ صُدُوْرُهُمْ اَكْبَرُۗ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْاٰيٰتِ اِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُوْنَ ١١٨
Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil teman kepercayaan dari orang-orang di luar kalangan (agama)-mu (karena) mereka tidak henti-hentinya (mendatangkan) kemudaratan bagimu. Mereka menginginkan apa yang menyusahkanmu. Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yang mereka sembunyikan dalam hati lebih besar. Sungguh, Kami telah menerangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu berpikir (QS. Ali 'Imran ayat 118).
Kepemimpinan Islam Selamatkan Palestina
لَا يُلْدَغُ الْمُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ
Artinya : Seorang mukmin tidak boleh jatuh ke satu lubang dua kali (HR. Bukhari dan Muslim).
Demikianlah nasihat agung dari Sang suri teladan Rasulullah SAW. Hadits ini petunjuk bagi muslim untuk tak mengulangi kesalahan yang sama dalam masalah kehidupan. Termasuk masalah Palestina yang sudah terjajah berbilang dekade sejak tahun 1917.
Kaum muslim harus paham sejarah. Bahwa Barat (Ingris dan AS) adalah aktor utama yang melahirkan Israel. Mereka berselingkuh dengan PBB. Dengan mengeluarkan berbagai resolusi internasional yang melegalkan Israel. Upaya Solusi Palestina dengan diplomasi selalu buntu. Ratusan resolusi majelis umum dan dewan keamanan PBB selalu dilanggar oleh Israel. Karena backingnya adalah AS. Selama 5 dekade terakhir, 53 kali AS memveto keputusan PBB yang mengkritik Israel. Artinya peradaban Barat menganak emaskan Israel dan menyalahkan setiap aksi bela diri Palestina. Mengharap solusi shahih untuk Palestina dari Barat bagai gajah masuk ke dalam lubang jarum.
Kaum muslim harus paham sejarah. Bahwa Rasululah SAW (kepala negara Madinah), melakukan jihad mengusir dan memerangi Yahudi Bani Qainuqa, Nadhir dan Quraizhah yang berkhianat dan melanggar perjanjian negara. Umar bin Khattab (khalifah negara Madinah) melakukan jihad membebaskan Palestina dari cengkeraman Romawi pada tahun 637 masehi. Shalahuddin al Ayyubi di bawah kekuasaan khilafah Abbassiyyah pun berjihad membebaskan Palestina dari tentara salib pada 1187 masehi.
Artinya kepemimpinan Islam dengan landasan keimanan dan ketakwaan lah yang akan menolong dan membebaskan Palestina. Dengan jihad dan semangat mengemban Islam rahmatan lil ‘alamin. Kaum muslim hari ini harus berupaya mewujudkan kepemimpinan Islam ini dengan sepenuh jiwa, pikiran, harta dan waktu. Sebagai bukti kecintaan dan ketaatan pada Allah SWT dan RasulNya. Allah SWT berfirman :
فَلْيُقَٰتِلْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ٱلَّذِينَ يَشْرُونَ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا بِٱلْءَاخِرَةِ ۚ وَمَن يُقَٰتِلْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا
Artinya: Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar (QS. An Nisa ayat 74).
Wallahu a’lam bish-shawabi.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
