Mengenal Lark, SuperApp yang Mendorong Kerja Lebih Cerdas dan Produktif
Teknologi | 2026-02-10 19:18:03
JAKARTA -- Di tengah pesatnya laju transformasi digital, tantangan utama dalam bisnis bukanlah kurangnya alat kerja, melainkan hilangnya konteks. Diskusi terjadi di aplikasi chat, keputusan tersimpan di email, sementara eksekusi dilakukan di platform lain.
"Akibatnya, anggota tim menghabiskan terlalu banyak waktu hanya untuk berkoordinasi alih-alih menyelesaikan pekerjaan yang sesungguhnya," kata General Manager APAC Lark, Mark Dembitz dalam acara Media Gathering Mengenal Lark di Artotel Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).
Mark mengatakan, semua masalah di atas membuat mereka menghadirkan sebuah super aplikasi bernama Lark. Itu adalah platform kolaborasi terpadu yang mendefinisikan ulang efisiensi kerja di suatu perusahaan.
Dengan sistem yang mobile-native dan chat-centric, Lark membantu tim bekerja tanpa harus terus berpindah aplikasi (context switching). "Semua fungsi mulai dari komunikasi, manajemen kerja, persetujuan, hingga kolaborasi dokumen, menyatu dalam satu alur, memberikan visibilitas eksekusi yang menyeluruh bagi seluruh tim," kata dia.
Secara umum, Lark merupakan pendekatan baru terhadap perangkat lunak produktivitas yang mentransformasi kolaborasi kerja. Didirikan pada tahun 2016, Lark secara efektif menggabungkan pesan, manajemen jadwal, dan dokumen kolaboratif daring dalam satu platform. Lark menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih baik bagi perusahaan modern dengan merevolusi cara tim berkolaborasi untuk meningkatkan efisiensi.
“Produktivitas lahir ketika sistem kerja mampu menyatukan orang, informasi, dan proses dalam satu alur yang utuh dan berkesinambungan," kata Mark.
Ia melanjutkan, Lark mampu membantu perusahaan membangun cara kerja yang lebih terhubung dan efisien. Hal itu akan berujung pada kolaborasi dan pengambilan keputusan dalam perusahaan dapat berjalan dengan lebih cepat.
Digunakan di lebih dari 190 negara, Lark disebut telah membantu organisasi meningkatkan efisiensi operasional hingga 10 kali lipat. Selain itu, Lark telah meningkatkan produktivitas hingga 39 persen, dan mengurangi biaya operasional hingga 70 persen.
Berikut 5 cara Lark mendukung operasional bisnis agar bekerja lebih cerdas di era digital:
1. Dari Percakapan ke Keputusan Tanpa Kehilangan Konteks
Di banyak perusahaan, penggunaan aplikasi chat sering kali berhenti di tahap diskusi. Anggota tim berpindah ke platform lain untuk tahap selanjutnya yang mengakibatkan hilangnya konteks di sepanjang proses.
Di Lark, chat berfungsi sebagai pusat kerja (work hub), bukan sekedar forum untuk mengobrol. Pesan dapat langsung diubah menjadi tugas, dokumen, atau persetujuan di dalam percakapan yang sama. Dengan demikian, keputusan tetap terhubung langsung dengan eksekusi.
Pendekatan tersebut mempersingkat siklus pengambilan keputusan dan mengurangi risiko miskomunikasi di dalam tim.
2. Satu Sumber Informasi untuk Seluruh Tim
Untuk memastikan agar tim memiliki konteks menyeluruh dari percakapan, dokumen, maupun pengambilan keputusan yang sedang berlangsung, Lark menyediakan fitur Messenger, Video Meeting, dan Email dalam satu aplikasi. Hal ini memungkinkan tim dapat melakukan diskusi, rapat virtual, hingga pengelolaan pesan secara langsung tanpa harus berpindah platform.
Integrasi ini juga memastikan agar sumber informasi tetap berada di satu tempat yang dapat diakses kapan saja, baik dari desktop maupun perangkat mobile. Melalui Lark Docs, Sheets, Slides, dan Wiki, semua orang dapat bekerja di dokumen yang sama dan dengan konteks yang sama karena setiap perubahan diperbarui secara real-time dan langsung terlihat oleh seluruh tim.
Komentar, revisi, dan penugasan juga terhubung langsung dengan isi dokumen, sehingga proses kolaborasi berjalan lebih cepat dan risiko miskomunikasi dapat ditekan. Pendekatan ini memastikan keputusan diambil berdasarkan informasi yang konsisten, bukan dari versi dokumen yang berbeda-beda.
3. Visibilitas Operasional untuk Pimpinan
Salah satu tantangan terbesar dalam organisasi berskala besar adalah kurangnya visibilitas terhadap progres kerja. Melalui fitur Lark Tasks dan Lark Base, Lark menghadirkan visibilitas eksekusi langsung dari aktivitas kerja sehari-hari.
Kepemilikan tugas, status progres, hingga kendala yang muncul dapat dilihat secara real-time dan terhubung langsung dengan percakapan serta dokumen terkait. Dengan cara ini, pimpinan mendapatkan gambaran menyeluruh tanpa perlu berpindah aplikasi atau meminta laporan manual secara terus-menerus.
4. Otomatisasi Berjalan Tanpa Sistem Teknis yang Rumit
Banyak perusahaan ingin mengotomatisasi proses internal, tetapi terhambat oleh kebutuhan pengembangan teknis yang kompleks. Lark menyediakan fitur Approval dan Workflow Automation yang memungkinkan tim membangun alur kerja, mulai dari cuti, reimbursement, hingga persetujuan anggaran—tanpa coding dan tanpa integrasi tambahan.
Hasilnya, proses operasional berjalan lebih cepat, terdokumentasi, dan konsisten, tanpa ketergantungan pada pengembangan sistem kustom yang mahal dan memakan waktu.
5. Efisiensi Biaya Melalui Konsolidasi Alat
Efisiensi biaya kerap luput dari pembahasan transformasi digital. Dengan Lark, perusahaan tidak perlu lagi berlangganan berbagai aplikasi untuk menunjang kebutuhan operasional sehari-hari. Penyatuan berbagai perangkat ini menekan biaya software, membuat proses adaptasi karyawan baru lebih simpel, serta meringankan pengelolaan sistem untuk tim TI.
Penggunaan Lark di Indonesia
Saat ini, Lark tersedia secara gratis, dengan berbagai fitur yang dapat dicoba langsung. Sejumlah perusahaan lintas sektor di Indonesia telah merasakan manfaat langsung dari Lark. Mulai dari GoTo yang sukses menghubungkan ribuan karyawan melalui alur kerja berbasis chat. Kemudian, MPPA (Hypermart) yang berhasil menyelaraskan koordinasi antara kantor pusat dan staf lapangan di 130 gerai.
Traveloka menggunakan Lark untuk mempercepat kolaborasi lintas tim di tingkat internasional; Tomoro Coffee melakukan digitalisasi pada operasional gerainya; serta MR DIY yang menyederhanakan komunikasi dan meningkatkan efisiensi kerja bagi lebih dari 30 ribu karyawan di Malaysia, Indonesia, dan Thailand.
"Dengan telah masuknya logo-logo besar seperti GoTo, kami yakin Lark akan mudah diterima oleh industri dan perusahaan lainnya," kata Mark.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
