Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Samsul Anam

Gerakan Cinta Lingkungan di MAN 3 Bantul

Agama | 2026-02-10 10:30:37

BANTUL – MAN 3 Bantul menyelenggarakan kegiatan Apel Pagi pada Senin (09/02/2026). Kegiatan yang diikuti oleh segenap murid, guru, dan tenaga kependidikan ini bertujuan untuk pembiasaan karakter positip bagi civitas madrasah.

Kegiatan yersebut juga sebagai upaya nyata MAN 3 Bantul dalam mendukung pelaksanakan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dari Kementerian Agama Republik Indonesia. KBC adalah pendekatan pendidikan yang menempatkan nilai kasih sayang, spiritualitas, dan kemanusiaan sebagai inti pembelajaran di madrasah, bukan menggantikan Kurikulum Merdeka. KBC berfokus pada pendekatan "Panca Cinta": cinta kepada Tuhan, diri dan sesama, ilmu, lingkungan, dan tanah air.

"Mari kita ciptakan lingkungan madrasah yang aman, sejuk, rindang, dan indah sebagai perwujudan cinta lingkungan," ajak Pembina Apel, Mulyantara, S.Pd.

Cinta lingkungan sebagai salah satu topik dalam KBC memiliki beberapa tujuan. Pertama, memahami alam semesta sebagai manifestasi cinta dan kebesaran Allah sehingga tumbuh sikap hormat dan kasih sayang terhadap lingkungan. Kedua, membangun relasi yang tidak transaksional dengan alam, tetapi dilandasi cinta dan kepedulian sebagaimana terhadap diri sendiri. Ketiga, menghayati sunnatullah sebagai sistem keseimbangan ciptaan Allah yang perlu dijaga dan dihormati demi keberlanjutan kehidupan.

Sementara itu ruang lingkup materi cinta lingkungan meliputi beberapa hal. Pertama, penguatan bahwa Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi seluruh alam). Kedua, adab pada alam dan lingkungan. Ketiga, menghindari fasad (kerusakan) dan larangan merusak lingkungan (QS. Al-A’raf: 56 dan QS. Ar-Rum: 41). Keempat, praktik menjaga kebersihan (thaharah) dan hemat energi (larangan ishraf).

Mulyantara, S.Pd. yang juga menjadi Waka. Sarpras MAN 3 Bantul lebih lanjut menegaskan bahwa cinta lingkungan itu bisa diwujudkan mulai dari hal-hal yang kecil dan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya dengan melaksanakan piket harian di kelas, menutup kran air saat tidak digunakan, mematikan saklar listrik saat meninggalkan ruangan, membuang sampah pada tempatnya, dan lain-lain.

“Mari kita juga mendukung Gerakan Kemenag ASRI (Aman, Sejuk, Rindang, Indah) yang merupakan inisiatif nasional Kementerian Agama RI untuk menciptakan lingkungan kerja yang hijau, sehat, dan nyaman berbasis ekoteologi,” pungkasnya. (SA6).

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image