Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Jas Rul

Peran UMKM Dalam Laju Perekonomian di Kota Jambi

Ekonomi Syariah | 2026-01-31 12:17:38

UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) adalah tulang punggung ekonomi lokal pada skala nasional, dan di Kota Jambi, mereka juga sangat penting. Di banyak daerah di Indonesia, sektor UMKM menyumbang sebagian besar bisnis dan lapangan kerja, dan menyediakan dasar untuk ekonomi yang secara struktural inklusif dan berkelanjutan. Sebuah studi nasional mengungkapkan bahwa meskipun data yang secara khusus berkaitan dengan Kota Jambi tidak tersedia, UMKM memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan serta menyediakan lapangan kerja pada skala nasional.

Di Kota Jambi sendiri, menurut data terbaru jumlah UMKM dilaporkan mencapai 50.747 yang sebagian besar terdiri dari usaha mikro (46.912 unit) dan usaha kecil (3.835 unit) sementara usaha menengah masih relatif sedikit. Ini menunjukkan skala besar dari aktivitas ekonomi kota tersebut. Data sebelumnya dari Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Kota Jambi menunjukkan bahwa Kota Jambi memiliki UMKM sekitar 60.000 unit, mencerminkan dinamika administratif yang dipadukan dengan pembentukan cepat usaha baru dengan potensi yang cukup besar di era pasca-pandemi. Pemerintah kota telah secara aktif mendorong UMKM untuk naik level dari sekadar pelaku usaha menjadi wirausaha mandiri dan kompetitif, seperti melalui pembentukan kelompok pendampingan UMKM di tahun 2025. Hingga saat ini, sekitar 801 pelaku usaha telah menerima pendampingan untuk memperkuat kapasitas usaha mereka.

Kewirausahaan dan sertifikasi halal untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada tahun 2025. Sertifikasi halal ini sangat penting secara strategis karena meningkatkan kepercayaan konsumen dan membuka peluang pasar baru, terutama bagi komunitas Muslim di Kota Jambi. Dukungan untuk UMKM juga diperluas dalam bentuk akses pembiayaan, misalnya, melalui kolaborasi program Bank Harkat dan kredit bersubsidi, yang diharapkan dapat merangsang pertumbuhan usaha mikro dan berdampak langsung pada kapasitas operasional dan inovatif mereka. Acara seperti Pameran UMKM, yang diadakan secara berkala, merupakan sarana penting untuk mempromosikan produk lokal, kreativitas pengusaha, dan memperluas jaringan pemasaran UMKM di Kota Jambi. Aktivitas ini menunjukkan UMKM bukan semata-mata sektor ekonomi marginal, tetapi sebagai ruang ekspresi budaya dan sosial-ekonomi.

Dalam perspektif makroekonomi, pertumbuhan perekonomian Provinsi Jambi, mengalami pelambatan termasuk Kota Jambi sebagai pusat ekonominya, diperkirakan akan mencapai 4,5%, meskipun ada sedikit pelambatan. Pertumbuhan ini sangat baik untuk posisi UMKM, karena pertumbuhan perekonomian provinsi menjamin stabilitas perekonomian regional yang pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan perekonomian domestik dan membuka ruang pertumbuhan bagi UMKM. Kali Jambi ada tantangan UMKM sektor yang perlu dihadapi, antara lain; terbatasnya akses pasar, kurangnya merata penyediaan modal, tantangan di bidang teknologi dan digitalisasi meskipun pembinaan yang dilakukan sudah berjalan. Keadaan ini menunjukkan bahwa perkembangan UMKM sektor dalam hal ini sangat tergantug ampuhnya pelaku usahanya dalam merespons perubahan yang terjadi dituntut.

Di Kota Jambi, UMKM memiliki peran tersendiri dalam memajukan perekonomian, baik dalam mengabsorb tenaga kerja, memperkuat struktur ekonomi setempat, dan memperluas rantai bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi global (leverage). Kebijakan pemerintah yang mendukung mereka memperoleh pembinaan, sertifikasi, akses permodalan, dan program promosi, perlu diakselerasi agar UMKM tidak stagnan dan memiliki daya saing ketat di dalam sektor yang diharapkan akan terus tumbuh kedepannya.

Agar UMKM terus tumbuh dan berkembang peran pemerintah dan para da’i sangat besar untuk memberikan edukasi kepada pelaku UMKM agar tidak terjebak rentenir (bank titil) dan pinjaman online (pinjol) yang sangat marak sekarang. Selain itu pemerintah juga menyiapkan bantuan-bantuan unttuk UMKM baik melalui program pinjaman tanpa bunga maupun melalui program Baznas. Selain itu pelatihan-pelatihan serta pendampingan UMKM sangat dibutuhkan secara kelompok ataupun induvidu sehingga wawasan dan semangat pelaku UMKM akan selalu terjaga.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image