Pemanfaatan Smartwatch dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Teknologi | 2026-01-30 14:53:16
Pernahkah kita membayangkan bahwa sebuah jam kecil yang melingkar di pergelangan tangan dapat berperan penting dalam menjaga keselamatan dan kesehatan kerja? Di era digital saat ini, kemajuan teknologi tidak hanya memudahkan aktivitas sehari-hari, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perbaikan bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di berbagai industri. Salah satu teknologi inovatif yang mulai digunakan adalah jam tangan pintar atau smartwatch.
Perangkat ini tidak hanya berfungsi untuk menunjukkan waktu, tetapi juga mampu memantau kesehatan pekerja serta membantu dalam pencegahan kecelakaan kerja. Jam tangan pintar dilengkapi dengan berbagai sensor yang dapat memantau detak jantung, aktivitas fisik, kualitas tidur, dan kadar oksigen dalam darah. Dalam penerapan K3, fitur-fitur tersebut sangat berguna untuk memantau kondisi fisik pekerja, terutama pada pekerjaan berisiko tinggi seperti pertambangan, konstruksi, dan manufaktur. Dengan pemantauan kesehatan yang dilakukan secara terus-menerus, perusahaan dapat mendeteksi lebih awal kelelahan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan kerja.
Penggunaan smartwatch di tempat kerja dapat mengurangi kemungkinan terjadinya cedera akibat kelelahan dan menurunnya konsentrasi. Perangkat ini mampu memberikan peringatan kepada pekerja maupun sistem pengawasan perusahaan apabila terdeteksi kondisi fisik yang tidak ideal. Peringatan tersebut memungkinkan perusahaan mengambil tindakan pencegahan, seperti memberikan waktu istirahat tambahan atau melakukan penyesuaian beban kerja.
Di Indonesia, beberapa perusahaan besar telah mulai menerapkan penggunaan smartwatch dalam sistem K3 mereka. Salah satunya adalah PT Pamapersada Nusantara, sebuah perusahaan subkontraktor pertambangan, yang memanfaatkan smartwatch untuk memantau kualitas tidur operator alat berat. Melalui data tersebut, perusahaan dapat mengevaluasi kesiapan kerja operator sebelum memasuki area kerja. Operator yang terdeteksi mengalami kurang istirahat atau kelelahan tidak diizinkan bekerja demi menjaga keselamatan pekerja dan kelancaran operasi pertambangan batubara. Selain itu, smartwatch juga mendukung proses digitalisasi K3 dengan memprediksi kesiapan kerja dan memantau kondisi pekerja secara real-time. Hal ini menunjukkan bahwa sistem K3 modern tidak lagi bergantung sepenuhnya pada prosedur manual, melainkan pada teknologi yang akurat dan berbasis data.
Lebih lanjut, perusahaan dapat memanfaatkan data dari smartwatch untuk memperkuat sistem manajemen K3. Data tersebut berguna dalam mengevaluasi pola kerja, tingkat kelelahan karyawan, serta efektivitas pengaturan jam kerja. Dengan demikian, penerapan K3 dapat disusun secara lebih tepat dan sesuai dengan kondisi di lapangan. Meskipun penggunaan smartwatch memberikan banyak manfaat, penerapannya tetap harus diatur dengan baik agar tidak mengganggu privasi dan kenyamanan pekerja. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi serta kesepakatan antara perusahaan dan pekerja terkait tujuan penggunaan dan pengelolaan data yang dikumpulkan.
Secara keseluruhan, pemanfaatan smartwatch merupakan inovasi yang mendukung penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di era digital. Dengan penerapan yang tepat dan bertanggung jawab, teknologi ini dapat membantu mencegah kecelakaan kerja, menjaga kesehatan pekerja, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
