Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Muhammad Arthur Nabil

Mengapa Generasi Muda Masih Ragu Menggunakan Bank Syariah?

Ekonomi Syariah | 2026-01-21 08:54:57

Di tengah meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap isu keuangan dan etika bisnis, bank syariah justru belum sepenuhnya menjadi pilihan utama. Banyak anak muda masih menempatkan bank syariah dan bank konvensional sebatas perbedaan “bunga dan bagi hasil”, tanpa memahami implikasi hukum, nilai, dan sistem yang mendasarinya.

source pict : invesnesia.com

Secara prinsip, bank syariah beroperasi berdasarkan hukum Islam yang bersumber dari Al-Qur’an, Hadis, serta fatwa ulama seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI). Konsekuensinya, bank syariah hanya menyalurkan pembiayaan pada usaha yang halal dan menolak aktivitas yang bertentangan dengan prinsip syariah. Sementara itu, bank konvensional berlandaskan hukum positif yang berlaku di Indonesia dan dapat menyalurkan kredit ke berbagai sektor usaha selama dianggap legal dan menguntungkan.

Namun bagi generasi muda, perbedaan mendasar ini sering kali terasa abstrak. Dalam praktik sehari-hari, baik bank syariah maupun bank konvensional memiliki kesamaan dari sisi teknis layanan, seperti penggunaan teknologi digital, mekanisme transfer, hingga persyaratan administrasi pembiayaan. Kesamaan inilah yang membuat sebagian anak muda mempertanyakan urgensi berpindah ke bank syariah.

Keraguan tersebut juga muncul dari mekanisme imbal hasil. Pada bank konvensional, bunga tabungan ditetapkan di awal dan dihitung berdasarkan saldo harian dengan persentase yang relatif pasti. Sementara di bank syariah, sistem bagi hasil bergantung pada kinerja pembiayaan bank dan dihitung berdasarkan indikator seperti HI-1000, saldo rata-rata, serta nisbah yang disepakati. Akibatnya, hasil yang diterima nasabah bersifat fluktuatif dan tidak bisa diprediksi secara pasti.

Bagi generasi muda yang cenderung menginginkan kepastian dan kemudahan, sistem ini sering dianggap kurang menarik. Padahal, konsep berbagi keuntungan dan risiko inilah yang menjadi nilai utama bank syariah, sekaligus pembeda fundamental dari sistem perbankan konvensional.

Rendahnya literasi keuangan syariah di kalangan generasi muda menunjukkan bahwa tantangan bank syariah bukan hanya soal produk, tetapi juga soal komunikasi nilai. Tanpa pemahaman yang utuh, bank syariah akan terus dipersepsikan sekadar sebagai alternatif, bukan pilihan utama.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image