18 Tahun Lamanya Aku yang Terlambat Merasa Dicintai
Sastra | 2026-03-05 18:52:21
bu...aku telah berusaha bertahun-tahun meraba dan mencoba mencari-cari bentuk cinta yang kau sampaikan. Berjalan pada ruangan yang kosong dan hampa.
Belas tahun terus berjalan, tepat pada hari dimana hari-hari itu, air mata enggan berhenti mengalir. Karena rasa hampa dan sunyi dari kehidupan yang telah berlangsung 18 tahun lamanya...Air mata pernah menjadi bahasa yang paling setia,karena hidup terasa sunyi meski rumah tetap berdiri.
Bu...kasih itu baru terasa setelah 18 tahun lamanya setelah segala tanya dan usaha ku jelajahi hanya untuk mencari tahu.Mengapa kasih yang seharusnya menjadi hak ku harus kurasakan dengan upaya yang sulit.
Namun kini aku mulai mengertibukan kau tak mencintaiku,hanya saja hatiku dulu terlalu penuh lukahingga tak mampu membaca caramu menjaga.Saat akhirnya kurasakan hangat itu,Tapi setelah kasihmu ku rasakan, aku semakin tersiksa.
aku menjadi seseorang yang setiap hari ketakutan bagaimana jika suatu hari kasihmu hilang kembali.Bagaimana...jika hidup kembali sepi.Bagaimana jika sunyi menyiksa kembali.
Pertanyaan itu terus mengganggu bu...bagaimana hari-hari dan tahun-tahun itu kembali, bagaimana jika aku justru tidak akan bertahan hidup dengan kasihmu itu...Karena aku telah menghabiskan separuh hidupku dalama kesunyian...
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
