Kelas Inklusi MBS Darul Arqom Pakisaji
Eduaksi | 2026-01-20 08:27:33MBS Darul Arqom _Pakisaji, 20 Januari 2026.
Dinamika, suka duka, serta keunikan pengelolaan kelas inklusi di MBS Darul Arqom Pakisaji, berdasarkan kisah Haninda Aulia Rahmawati.
Kanvas Sunyi di Menara Masjid: Dinamika Kehidupan Kelas Inklusi MBS Darul Arqom
Pagi di MBS Darul Arqom Pakisaji selalu dimulai dengan harmoni. Antara pukul 07.00 hingga 08.00, udara dipenuhi oleh lantunan ayat suci dan derap langkah santun para siswa menuju lantai satu masjid untuk melaksanakan salat Dhuha. Namun, di tengah keseragaman ibadah itu, ada sebuah warna yang berbeda di lantai dua masjid yang megah tersebut. Di sana, Haninda Aulia Rahmadianti, seorang siswi kelas 8 SMPM 11 Pakisaji, sedang membangun dunianya sendiri.
Seni dalam Kesunyian: Antara Imajinasi dan Realita
Bagi Haninda, yang telah setahun bergabung dalam program inklusi sejak kelas 7, waktu bukan sekadar deretan angka di jam dinding. Saat teman-temannya bersujud di lantai bawah, Haninda justru sedang asyik "bersujud" pada imajinasinya. Ia duduk di lantai, jemarinya lincah menggerakkan pena di atas lembar buku tulis.
"Aku adalah seniman," ucapnya singkat dan cepat saat Mr. Rafi, sang Shadow Teacher, menyapanya. Tidak ada senyum, tidak ada rona tawa yang lazim terlihat pada remaja seusianya. Haninda merespons dengan ekspresi datar, sebuah bentuk pertahanan diri sekaligus pernyataan identitas yang kuat. Baginya, coretan-coretan itu bukanlah sekadar gambar, melainkan bahasa yang tidak bisa ia sampaikan melalui kata-kata.
Dokumentasi yang terkumpul menunjukkan betapa luar biasanya imajinasi Haninda; setiap garis adalah emosi, dan setiap warna adalah cerita tentang bagaimana ia melihat dunia yang terkadang terlalu bising baginya.
Suka Duka Mengawal "Badai" (Tantrum)
Mengelola kelas inklusi di MBS Darul Arqom bukanlah tugas bagi mereka yang berhati lemah. Di sinilah peran vital Mr. Rafi sebagai Shadow Teacher diuji. Mengawal anak berkebutuhan khusus (ABK) seperti Haninda adalah tentang membaca cuaca di dalam jiwa manusia.
Dukanya seringkali datang dalam bentuk "Tantrum". Bagi khalayak umum, tantrum mungkin terlihat seperti pemberontakan atau amarah tanpa alasan. Namun, bagi Mr. Rafi, tantrum adalah sebuah "sinyal darurat" saat harapan Haninda terbentur kenyataan, atau saat rutinitas yang membuatnya merasa aman tiba-tiba terusik. Mengelola tantrum memerlukan kesabaran seluas samudra; bukan dengan bentakan, melainkan dengan kehadiran yang menenangkan.
Setiap anak inklusi memiliki pemicu yang unik. Ada yang akan meledak jika keinginan berenangnya tertunda, dan ada yang seperti Haninda, yang butuh ruang untuk tetap berada dalam dunianya sendiri demi menjaga keseimbangan mentalnya. Tantangannya adalah bagaimana tetap memberikan pendidikan tanpa merusak rasa aman yang telah susah payah mereka bangun.
Keunikan dan Keajaiban di MBS Darul Arqom
Sisi "suka" dari perjuangan ini muncul dari momen-momen kecil yang mengharukan. Seperti pagi itu, ketika Ananda Khanza, Ketua IPM MBS Darul Arqom, turut mendampingi. Inilah keunikan inklusi di lembaga ini: inklusi bukan hanya tugas guru pendamping, melainkan bagian dari ekosistem sosial siswa. Adanya interaksi antara pengurus IPM dengan siswa inklusi menunjukkan bahwa empati sedang diajarkan secara nyata, bukan sekadar teori di buku teks.
Keunikan lainnya adalah fleksibilitas yang diberikan. Meskipun secara formal Haninda harus berada di barisan salat, sekolah memberikan ruang bagi sisi "seniman"-nya untuk bernapas di lantai dua masjid. Ini adalah bentuk moderasi pendidikan; menghargai kebutuhan psikologis tanpa mengabaikan nilai spiritual.
Semangat yang Tak Pernah Padam
Perjalanan Haninda dan Mr. Rafi adalah cermin dari semangat pendidikan inklusif di Kabupaten Malang. Ini adalah kisah tentang bagaimana MBS Darul Arqom Pakisaji tidak hanya mencetak santri yang pandai mengaji, tetapi juga manusia yang memanusiakan manusia.
Dukanya mungkin terletak pada lelahnya fisik dan mental saat menghadapi kondisi tantrum yang tak terduga. Namun, sukanya jauh lebih bermakna: yaitu saat melihat Haninda mampu berkomunikasi, saat coretan tangannya diakui sebagai karya seni, dan saat ia merasa aman menjadi dirinya sendiri. Semangat terus untuk Mr. Rafi dan seluruh pejuang inklusi; karena di tangan kalian, "kanvas sunyi" anak-anak seperti Haninda perlahan berubah menjadi lukisan kehidupan yang penuh warna.
(Makkinuddin)
*PENDAFTARAN SPMB MBS DARUL ARQOM PAKISAJI*
"Berkarya nyata, menebar manfaat, menerangi peradaban. Islam berkemajuan untuk Indonesia berkemajuan. Mari tetap istiqamah menegakkan amar makruf nahi munkar, mencerdaskan umat, dan memajukan bangsa. *Layaknya semangat KH. Ahmad Dahlan terus menyala: fastabiqul khairat, berlomba dalam kebaikan, membawa rahmat bagi semesta* ."
────────────────
???? *Pendaftaran Santri Baru MBS Darul Arqom Pakisaji Tahun Ajaran 2026/2027 telah dibuka.*
• Gelombang I : 1 Januari 2026 - 31 Maret 2026
• Gelombang II : 1 April 2026 - 31 Mei 2026
• Gelombang III : 1 Juni 2026 - 31 Juli 2026
✨ *_MENERIMA BEASISWA BERPRESTASI, YATIM PIATU, DAN DHUAFA_*
????info pendaftaran
1. 082143496690
2. 082139512899
????Link pendaftaran https://forms.gle/dkfaQSwV8NGWtn1h9
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
