Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Nur Faika

Sering Dianggap Buang Waktu, Game Justru Punya Dampak Positif

Eduaksi | 2026-01-19 21:26:22

Selama ini, game kerap mendapat stigma negatif di masyarakat. Tidak sedikit yang menganggap game sebagai penyebab malas belajar, menurunnya produktivitas, hingga rusaknya kesehatan mental. Padahal, jika dilihat secara lebih objektif dan proporsional, game tidak selalu membawa dampak buruk. Justru, di balik layar hiburan digital tersebut, terdapat sejumlah dampak positif yang jarang disadari.Salah satu manfaat utama dari game adalah kemampuannya dalam melatih daya pikir dan strategi.

Banyak jenis game yang menuntut pemainnya untuk berpikir cepat, mengambil keputusan, serta menyusun strategi agar dapat menyelesaikan tantangan. Secara tidak langsung, hal ini melatih kemampuan problem solving dan logika, keterampilan yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.Selain itu, game juga dapat menjadi sarana untuk melatih kesabaran dan ketekunan.

Tidak semua permainan bisa diselesaikan dalam sekali coba. Kegagalan yang berulang justru mengajarkan pemain untuk bangkit, mencoba kembali, dan belajar dari kesalahan. Nilai ini sering kali relevan dengan realitas hidup, di mana proses dan kegagalan merupakan bagian dari pembelajaran.

Dampak positif lain yang kerap luput dari perhatian adalah kemampuan game dalam membangun kerja sama dan komunikasi. Game berbasis tim mengharuskan pemain untuk saling berkoordinasi, berbagi peran, dan berkomunikasi secara efektif demi mencapai tujuan bersama. Hal ini dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab dan empati terhadap orang lain.

Tidak hanya itu, game juga bisa menjadi media edukasi yang efektif. Saat ini, banyak game yang mengandung unsur sejarah, bahasa, hingga simulasi kehidupan. Tanpa disadari, pemain memperoleh pengetahuan baru sambil menikmati proses bermain. Belajar pun tidak lagi terasa kaku, melainkan menyenangkan dan kontekstual.

Namun demikian, penting untuk dipahami bahwa dampak positif game hanya akan muncul jika dimainkan secara seimbang dan terkontrol. Tanpa pengelolaan waktu yang baik, game tetap berpotensi menimbulkan masalah. Oleh karena itu, peran kesadaran diri dan pendampingan, terutama bagi anak dan remaja, menjadi hal yang sangat penting.

Pada akhirnya, game bukanlah musuh yang harus dijauhi sepenuhnya. Seperti halnya teknologi lain, game hanyalah alat. Dampaknya akan sangat bergantung pada cara kita memanfaatkannya. Alih-alih langsung menghakimi, mungkin sudah saatnya kita melihat game dari sudut pandang yang lebih adil dan bijaksana.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image