Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image afida roshifa

Menikmati Keunikan Kuliner Soto Garing di Klaten

Kuliner | 2026-01-16 10:38:29

Di sudut Kecamatan Delanggu, Klaten, sebuah warung sederhana selalu tampak hidup sejak pagi. Bau kaldu soto yang mengepul dari dapur berpadu dengan suara pelanggan yang datang silih berganti. Di sinilah “Soto Garing”, kuliner yang lahir dari inovasi sederhana, menjadi ikon baru kebanggaan bagi warga Klaten.

Warung itu dikelola oleh Ibu Siti Yati (58), perempuan yang telah mengembangkan soto garing bertahun-tahun lamanya. “Dulu cuma coba-coba, bikin soto tanpa kuah biar terasa renyah. Ternyata orang suka,” ujarnya sambil tersenyum. Dari percobaan kecil itu, terciptalah hidangan khas yang kini diburu banyak orang.

Berbeda dari soto bening biasanya, soto garing menambahkan sentuhan unik yang berisi nasi, tauge, kol, suwiran ayam, dan bawang goreng yang lumayan banyak. Saat disantap, teksturnya menghadirkan pengalaman berbeda yaitu terasa renyah, tidak seperti soto kuah pada umumnya.

“Teksturnya itu lho yang bikin beda. Ada kriuknya,” ujar Indi, pelanggan tetap.

Keunikan ini menjadikan soto garing tidak hanya diminati warga lokal, tetapi juga wisatawan kuliner dari Yogyakarta, Solo, hingga Semarang.

Meskipun bangunannya sederhana dengan meja kayu dan bangku plastik, antrean panjang sering terlihat pada jam sarapan. Harga yang terjangkau sekitar Rp6.000–10.000 per mangkuk tergantung lauk yang diambil , menjadikannya favorit banyak kalangan.

“Kalau akhir pekan, habis cepat,” kata Ibu Siti Yati, Ia dibantu kedua anaknya yang bertugas melayani pesanan, menunjukkan bahwa kuliner lokal dapat menjadi sumber penghidupan keluarga.

Bagi warga Klaten yang merantau, soto garing menjadi makanan yang selalu dirindukan. “Setiap pulang kampung, wajib mampir ke sini. Rasanya nggak berubah sejak kecil,” ucap Dita, pelanggan dari Yogyakarta.

Makan soto garing bukan sekadar urusan perut, tetapi juga perjalanan rasa yang membawa orang kembali pada kenangan bersama keluarga.

Tanpa teknologi canggih atau resep rumit, soto garing justru menjadi kuat karena kesederhanaannya. Soto garing membuktikan bahwa inovasi lokal tetap bisa bertahan dan berkembang. Kini, soto garing telah diulas oleh banyak food vlogger, masuk rekomendasi wisata kuliner Klaten, dan semakin dikenal luas.

Soto garing bukan lagi sekadar makanan, tetapi identitas rasa yang mewakili kreativitas masyarakat lokal. Inilah bukti bahwa inovasi sederhana pun dapat melahirkan ikon kuliner baru yang melekat di hati warga.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image