Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Aditama Arya_jenar

Angkringan Kecil Desa Pandak: Tempat Hangat Warga Bantul Curhat dan Cari Solusi

Kuliner | 2026-01-16 02:01:17

Bantul, 26 November 2025 Di sudut Desa Pandak, Bantul, sebuah angkringan kecil milik Nur Cholís, 20 tahun, menjadi tempat persinggahan warga yang mencari kehangatan setelah seharian berkutat dengan pekerjaan. Bukan hanya nasi bakar dan wedang jahe yang mereka cari, tetapi juga ruang untuk bercerita dan saling menjaga.

sumber: google maps

Tak jauh dari jalan desa, angkringan selalu penuh dengan percakapan hangat. Suara jangkrik, aroma bakaran sate usus, dan lampu temaram tampaknya merupakan simbol keharmonisan yang tetap ada di tengah hiruk-pikuk modernisasi. “Di sini bukan hanya tempat makan. Ini tempat buat warga saling nyeritain keluh kesah, nyari solusi bareng,” kata Nur Cholís sambil menata piring kecil.

Mas Nur, begitu ia disapa, masih 1 tahunan membuka angkringan tersebut. Ia mengaku tak pernah menyangka warung kecilnya bisa menjadi ruang sosial yang mengikat warga Pandak. Mulai dari petani, mahasiswa, hingga bapak-bapak ronda, semua bercampur tanpa sekat. “Kadang ada yang datang cuma buat duduk aja. Minum segelas teh pun udah cukup buat ngerasa ditemenin,” ujarnya.

Salah satu pengunjung tetap, zufar (19), mengatakan bahwa angkringan Mas Nur telah menjadi pemersatu warga. Di tempat inilah mereka saling berbagi informasi desa, berdiskusi soal kegiatan masyarakat, hingga menyelesaikan masalah kecil antarwarga. “Banyak konflik yang selesai di sini. Tinggal duduk bareng, ngobrol pelan-pelan, biasanya langsung cair,” katanya.

Bagi Mas Nur, merawat angkringan berarti merawat rasa saling peduli. Setiap malam, ia melihat sendiri bagaimana warga saling mendengarkan cerita satu sama lain. Baginya, itu jauh lebih berharga daripada keuntungan dagang. “Kalau cuma cari untung, aku bisa jualan di kota. Tapi yang aku pengen itu suasana kampung tetap hidup, tetap dekat,” tuturnya.

Di balik kesederhanaannya, angkringan itu menjadi bukti bahwa harmoni tidak selamanya datang dari hal besar. Terkadang, cukup dari segelas wedang hangat, kursi kayu, dan seorang pendengar yang tulus. Melalui angkringannya, Mas Nur Cholís merawat kehangatan sosial yang membuat Desa Pandak tetap menjadi rumah bagi siapa pun yang singgah.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image