Dari Desa ke Dunia Digital: Strategi Branding Desa Wisata Kedungudi Bersama Karang Taruna
Wisata | 2026-01-14 16:23:59
Perkembangan media sosial telah mengubah cara masyarakat mengenal dan memilih destinasi wisata. Saat ini, popularitas sebuah tempat tidak hanya ditentukan oleh keindahan alamnya, tetapi juga oleh bagaimana destinasi tersebut dikemas dan dipromosikan secara digital. Kondisi ini menjadi peluang besar bagi Desa Kedungudi untuk memperkuat citranya sebagai desa wisata melalui strategi branding berbasis media sosial.
Desa Kedungudi memiliki sejumlah destinasi wisata yang sudah mulai dikenal, seperti Sky Park Hill Café yang menawarkan panorama alam dari ketinggian, basecamp pendakian Gunung Penanggungan yang menjadi titik awal aktivitas wisata minat khusus, serta destinasi alam favorit pendaki dan wisatawan seperti Puncak Sarah Klopo dan Puncak Bekel. Keindahan alam serta nuansa petualangan yang ditawarkan menjadi daya tarik utama desa ini. Namun, potensi tersebut masih perlu didukung dengan promosi yang lebih masif dan terarah.
Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa berupaya membantu Desa Kedungudi dalam membranding destinasi wisatanya dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana utama promosi. Platform seperti Instagram, TikTok, dan Facebook digunakan untuk menampilkan keindahan alam, suasana kafe, jalur pendakian, hingga aktivitas wisata yang dapat dilakukan pengunjung. Konten visual berupa foto dan video dipadukan dengan narasi singkat yang informatif agar mudah diterima oleh masyarakat luas.
Upaya branding ini tidak terlepas dari kolaborasi dengan Karang Taruna setempat. Karang Taruna memiliki peran strategis sebagai pengelola sekaligus penggerak promosi wisata desa. Kolaborasi antara mahasiswa KKN dan Karang Taruna memungkinkan terciptanya sinergi yang positif, mulai dari perencanaan konten, pengelolaan akun media sosial, hingga penyusunan strategi promosi digital. Selain itu, terjadi proses transfer pengetahuan terkait teknik pengambilan gambar, pembuatan video pendek, serta pemanfaatan tren media sosial untuk menarik minat wisatawan.
Keberadaan Sky Park Hill Café dan jalur pendakian Gunung Penanggungan menjadi konten unggulan yang mampu meningkatkan daya tarik Desa Kedungudi di media sosial. Sementara itu, Puncak Sarah Klopo dan Puncak Bekel menawarkan pengalaman wisata alam yang menantang dan cocok bagi wisatawan pencinta alam. Jika dikelola dan dipromosikan secara konsisten, destinasi-destinasi tersebut dapat menjadi identitas kuat Desa Kedungudi sebagai desa wisata berbasis alam dan petualangan.
Membranding Desa Wisata Kedungudi melalui media sosial bukan hanya bertujuan meningkatkan kunjungan wisata, tetapi juga mendorong pemberdayaan pemuda desa dan keberlanjutan pengelolaan wisata. Dengan kolaborasi yang solid antara mahasiswa KKN dan Karang Taruna, Desa Kedungudi memiliki peluang besar untuk dikenal lebih luas dan berkembang sebagai desa wisata yang berdaya saing di era digital.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
