Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Fatmah Adelya Sastrie

Peran Komunikasi Publik dalam Menentukan Kepercayaan Masyarakat

Gaya Hidup | 2026-01-13 16:54:33

Pernah merasa satu isu tiba-tiba jadi bahan obrolan di mana-mana? Dari media sosial, berita online, sampai pidato pejabat semua membahas topik yang sama. Fenomena ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari komunikasi publik yang dirancang secara strategis. Dalam ilmu komunikasi, hal ini dijelaskan melalui teori komunikasi publik.

Salah satu teori yang paling sering digunakan adalah Agenda Setting. Teori ini menjelaskan bahwa komunikator publik, terutama pemerintah dan media, memiliki kekuatan untuk menentukan isu apa yang dianggap penting oleh masyarakat. Ketika suatu topik terus diangkat secara berulang, publik akan menaruh perhatian lebih besar, meskipun sebelumnya isu tersebut terasa biasa saja. Contohnya dapat dilihat saat pemerintah gencar membahas isu kesehatan, bencana, atau keamanan nasional tanpa sadar, fokus perhatian masyarakat ikut terbentuk.

Namun, sekuat apa pun pesan yang disampaikan, komunikasi publik tidak akan efektif tanpa kepercayaan. Di sinilah Teori Kredibilitas Sumber berperan. Masyarakat cenderung menerima pesan dari komunikator yang dinilai kompeten, jujur, dan memiliki niat baik. Itulah sebabnya pernyataan seorang ahli sering kali lebih dipercaya dibandingkan sekadar opini di media sosial. Ketika kredibilitas komunikator dipertanyakan, pesan yang disampaikan justru bisa menimbulkan penolakan.

Pada akhirnya, komunikasi publik bukan hanya soal berbicara di depan banyak orang, tetapi tentang bagaimana pesan disusun, siapa yang menyampaikan, dan konteks sosial yang melingkupinya. Pemahaman terhadap teori komunikasi publik membantu kita menjadi masyarakat yang lebih kritis tidak hanya menerima pesan, tetapi juga mampu menilai tujuan dan dampaknya.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image