Tinggalkan P5, MAN 3 Bantul Siap Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta dan KMA 1503
Pendidikan | 2026-01-09 15:36:16
BANTUL (MAN 3 Bantul) – MAN 3 Bantul menggelar sosialisasi Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 yang berfokus pada Penguatan Kokurikuler dan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, Jumat (9/1/2026). Bertempat di Aula Ruang Pertemuan, kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Madrasah beserta seluruh tenaga pendidik. Menghadirkan Pengawas Madrasah, Heni Prihantari, sebagai narasumber utama, acara ini bertujuan membedah transformasi struktur kurikulum yang akan segera diterapkan pada semester genap tahun ajaran 2025/2026.
Dalam paparannya, Heni Prihantari menekankan perbedaan fundamental antara Kurikulum Merdeka sebelumnya dengan KMA 1503, yakni dihapusnya skema Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Sebagai gantinya, pengalaman belajar siswa kini diarahkan pada konsep pembelajaran mendalam (deep learning) melalui tiga tahapan utama: memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Transformasi ini bertujuan agar proses pendidikan di madrasah tidak hanya mengejar hasil akhir, tetapi lebih mengedepankan pendekatan perasaan dan logika yang selaras dengan visi Kurikulum Berbasis Cinta.
Terkait penguatan kokurikuler, skema baru ini dirancang untuk mendukung aspek intrakurikuler dengan alokasi waktu yang tetap terjaga, yakni 108 jam pelajaran. Terdapat tiga model kokurikuler yang diperkenalkan: model lintas disiplin ilmu yang melibatkan kolaborasi berbagai mata pelajaran, internalisasi " Kebiasaan Anak Hebat", serta pengangkatan kekhasan daerah. Model-model ini diharapkan mampu menciptakan pembelajaran kolaboratif yang lebih fleksibel, di mana kegiatan ekstrakurikuler maupun aktivitas kemasyarakatan siswa dapat diakomodasi dan diakui sebagai bagian dari proses belajar.
Hal teknis yang menjadi sorotan adalah perubahan dalam penentuan tujuan pembelajaran. Jika kegiatan intrakurikuler merujuk pada Capaian Pembelajaran (CP), maka kegiatan kokurikuler kini berfokus pada pengembangan kompetensi spesifik siswa. Madrasah diberikan keleluasaan untuk menentukan tema yang relevan, seperti "Generasi Sehat dan Bugar", "Peduli dan Berbagi", atau "Aku Cinta Indonesia". Seluruh progres dan capaian siswa dalam kurikulum ini nantinya harus terukur secara sistematis dan didokumentasikan ke dalam Rapor Digital.
Sebagai langkah tindak lanjut, MAN 3 Bantul akan segera menyusun "Suplemen Kurikulum" sebagai landasan legal operasional untuk semester dua tanpa harus merombak seluruh dokumen kurikulum yang sudah ada. Sosialisasi ini ditutup dengan pesan mendalam bahwa profesi pendidik adalah tugas mulia meneruskan risalah para Nabi dalam mengajak pada kebaikan. Dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta, MAN 3 Bantul optimis dapat mencetak generasi unggul yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kelembutan hati.(Ris)
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
